Cast :
Leeteuk SJ, Kim Taeyeon SNSD, Kang Sora, Kang In
Author :
Agvhanny Ika a.k.a Park yeon young :D XD
Length:
Twoshoot
Genre : Drama
(Romance, Friendship, and Sad)
Ratting: PG
“Oppa…, Apa kau
mencintai ku?”
-Di sebuah
Universitas-
AUTHOR
POV
“Taeyeon –ah!!” Panggil Seorang
Namja berambut kecoklatan kepada seorang
Yeoja berambut panjang sebahu yang baru saja akan memasuki gerbang kampus.
Yeoja yang dipanggil tak berbalik melainkan terus berjalan santai memasuki area
kampus.
“Taeyeon – ah!” Panggilnya lagi
dengan segera merangkul Yeoja tersebut. Yeoja itu tersentak kaget dan melepas
headshet putih yang dipakainya.
“Ya Leeteuk Oppa! Kau membuat ku
kaget!” Serunya sambil mencubit kecil pinggang Namja itu.
“Auw! Aku memanggil mu dari tadi,
tapi kau tak mendengar panggilan ku. Ternyata kau memakai headsehet. Hufft!
Lain kali jangan seperti itu. Berbahaya!” Ucap Leeteuk sambil menyapu-nyapu
cepat kepala Taeyeon.
“Aw… Oppa! Rambut ku berantakan.
Memang apa bahayanya kalau mendengarkan lagu melalui headsehet.” Ucap Taeyeon memperbaiki rambutnya yang kusut.
“Yah… Bahaya saja! Siapa tau kau
bisa menabrak sebuah tiang listrik karna terlalu asyik mendengarkan lagu.” Ucap
Leeteuk sambil tertawa kecil. Kembali lagi sebuah cubitan kecil mendarat
dipinggang Leeteuk.
“Aiggooo…Sikap ngambek mu semakin
membuat ku gemas…!” Ucapnya dan kembali mengacak-acak rambut Taeyeon kembali.
LEETEUK
POV
Aku memperhatikan Yeojachingu ku
yang sedang memperbaiki rambutnya dengan wajah ngambeknya. Wajahnya yang kecil
serta matanya yang bulat dan indah itu membuat ku tak berhenti
memperhatikannya. Aku masih tak percaya dia kini menjadi Yeojachingu ku setelah
3 tahun bertepuk sebelah tangan karna menyukainya.
“Wae Oppa? Kenapa kau melihat ku
terus?” aku tersadar dari lamunan ku. Aku tersenyum.
“Karna kau sangat cantik, makanya
aku menatap mu.” Kulihat wajahnya memerah. Dan aku pun tertunduk malu.
“Annyeonghaseo” Sapa seseorang dari
belakang. Aku mengenal suara ini. Taeyeon
yang disampingku berbalik dan segera menyapanya.
“Annyeong Sora…” Ucap Taeyeon
tersenyum. Dan kini aku yang tersenyum menatapnya. Jujur saja Aku sering merasa
bersalah ketika mereka berdua bertemu. Kang Sora adalah Mantan kekasih ku saat
SMA dan Sekarang mereka berteman Baik. Taeyeon juga tau akan hal itu.
“Oppa…, Kenapa berdiri disitu? Ayo
masuk” Ajak Taeyeon menarik lengan ku. Baiklah, itu masa lalu dan kurasa Taeyeon
sudah tak terlalu memikirkannya juga. Lagipula Sora sudah mempunyai kekasih
yang kini magang di busan.
“Taeyeon-ah, hari ini…” Aku
menggantungkan kata-kata ku. Aku melihat ia tersenyum.
“Aku Ingat oppa… tenang saja. Tunggu
aku di taman belakang kampus.” Ucapnya. Aku menyapu pelan kepalanya. Ternyata
dia ingat kalau hari ini tepat 2 tahun hari jadian kami.
“Wah…, aku iri pada kalian yang
selalu mesra. Sedangkan aku harus Long Distance.”Ucap Sora mencolek Taeyeon. Taeyeon
kini tersipu malu.
-Pulangnya-
TAEYEON
POV
Seperti yang dijanjikan, sepulang
sekolah aku segera menuju ke arah taman belakang. Dari kejauhan aku bisa
melihat Namjachingu ku dengan rambut coklatnya sedang duduk sambil mendengarkan
sebuah lagu melalui Headshet.
“Dia melarangku mengunakan headshet,
tapi di juga seperti itu. Huffftt!” Gumam ku. Kini aku berjalan mengendap-endap
dan berjalan kearah belakang. Setelah
tepat dibelakangnya, aku menutupi matanya dengan segera.
“Taeyeon ah… Jangan bercanda”
Ucapnya segera.
“Cih! Kenapa Oppa tau? Tidak seru
ah!” Ucapku pura-pura ngambek. Ia tertawa kecil dan menarik ku untuk duduk
disebelahnya.
“Memangnya Siapa lagi yang akan
melakukan ini? Kang Sora?” Ucapnya Iseng. Aku kini mengembungkan Pipi ku. Dan
Ia mencubit pelan pipiku.
“Aw!” Jeritku sambil memegang
pipiku. Kini aku menyandarkan kepalaku di bahunya.
“Oppa…” Panggilku pelan.
“Ne?” Jawabnya singkat. Aku dapat
merasakan kepalanya sedikit bersandar diatas kepalaku.
“Oppa…,Apa kau mencintai ku?” Tanya
ku. Kurasakan ia memegang tangan ku.
“Tentu saja. Kenapa kau bertanya
seperti itu?”
“…Anii.., Hanya saja aku sering
merasa takut kalau sampai opaa tak mencintai ku lagi. Aku.. Merasa Oppa akan
hilang.
“Ahaha Jangan berpikir seperti itu.
Aku akan selalu ada disamping mu. Mencintaimu dan menyayangi mu. Bahkan saat
kita terlahir kembali, aku akan selalu mencintai mu.” Ahh.. rasa-rasanya aku
ingin menagis mendengar kata-katanya itu. Aku semakin erat memegang tangannya.
“Lalu…Bagaimana dengan mu?” Aku
segera mengangkat sandaran kepala ku.
“Tentu saja Oppa. Aku menyukai mu
Sejak SMP.” Ucapku tegas. Kulihat ia tersenyum. Ya Aku selalu menyukainya sejak
pertama bertemu dengannya waktu SMP.
“Hahaha… Seharusnya itu kata-kataku.
Kau pikir siapa Yeoja yang membuatku bertepuk sebelah tangan sampai 3 tahun.”
Katanya yang mengingatkan ku kembali pada masa lalu. Leeteuk Oppa adalah Sunbae
ku sewaktu SMP. Ia begitu baik sehingga membuat ku terus menyukainya.
“Tapi Oppa…, Kalau kau
sugguh-sungguh saat itu, kenapa kau justru berpacaran dengan Sora Eonni?”
“Bukannya dulu aku pernah bilang
padamu? Aku pacaran dengannya karna teman-teman sekelasku berpikir aku
menyukainya. Aku terpaksa menerimanya karna tak ingin melukai perasaannya.”
Jelasnya.
“Tapi Opaa… Justru karna itu, kau
justru menyakiti nya.” Kulihat Leeteuk sedikit menunduk.
“Kau benar Taeyeon. Itu sebabnya
hingga sekarang aku merasa bersalah padanya. Untungnyanya dia tau dan bisa
mengerti aku. Aku senang.” Entah kenapa tiba-tiba aku sedikit kesal mendengar
ini.
“Memangnya aku kurang pengertian,
oppa?” Tanya ku dengan nada sedikit kesal. Ia tertawa kecil kemudian menjawab
pertanyaan ku.
“Tentu saja kau juga yeoja yang pengertian.
Yahh.. Walaupun sifatmu lebih aneh darinya.” Ucapnya menggodaku. Aku dan dia
memang sering disebut pasangan aneh, entah apa alasan nya.
“Mwo? Ya Oppa, memangnya kau tidak
aneh?” Gerutu ku. Kini Ia merangkulku.
“Ya, Jangan marah padaku. Saat aku
berpacaran dengan Sora, kau juga berpacaran dengan teman ku kan? Aigoo.. Aku
betul-betul patah hati saat itu. Sampai berpikir untuk menyerah mengejarmu. ”
Aku segera melepaskan rangkulannya. Jujur saja aku tak ingin membahas masa lalu
itu. Masa lalu yang menyakitkan.
“Menyerah padaku dan mencoba
mencintai Kang Sora? Oppa! Aku mau pulang saja!” Ucap ku berdiri dan pergi
meninggalkannya.
“Ya… Taeyeon-ah! Aku kan tidak
bilang begitu…!” Serunya memanggilku. Aku tak memperdulikan seruannya dan tetap
berjalan cepat menuju gerbang pintu. Aku ingin bilang kalau saat itu aku juga
terpaksa menerima Namja yang merupakan teman nya karna tak sanggup melihatnya
dengan Sora Eonni. Tapi kalau aku bilang seperti itu, maka masalah ini akan
berlanjut. Aku tak mau.
“Taeyeon-ah…! Itu Masa lalu. Apa
kita harus bertengkar hanya karna masalah ini? Taeyeon ah!” Panggilnya lagi.
Aku semakin mempercepat langkah ku menuju jalan belakang kampus.
“Mian Oppa. Aku tak ingin berdebat
dengan mu.” Iseng-Iseng aku memasangi Headshet ditelinga ku dan mengeraskan
Volume lagu agar tak mendengar suaranya. Aku memang Egois dan tak mau kalah
saat berdebat. Itu sebabnya aku memilih untuk mendiaminya saat ini. Saat
Emosiku redah barulah aku bisa bicara dengan baik.
Tanpa memperhatikan sekitar, aku
terus berjalan cepat dan segera memotong jalan yang sepi. Namun tiba-tiba aku
merasakan ada seseorang yang mendorongku dengan kuat dari arah belakang hinggah
tubuh ku terhempas. Tas ku jatuh dan headshet ku terlepas.
“BRUUKK!!!” Aku segera menoleh
kearah belakang dan melihat apa yang terjadi. Seketika itu juga mata ku
membulat dan badan ku lemas. Aku berdiri dan berjalan pelan kearah Leeteuk Oppa
yang kini di kerubuni oleh beberapa orang yang hendak menolong.
“Oppa!” Seru ku. Namun Suara ku
seolah-olah tak keluar. Air mata ku perlahan-lahan menetes. Aku memegang
pipinya yang bergelinang darah. Ya Tuhan! Ini salah ku. Kalau saja aku tak
bersikap egois. Kalau saja saat itu aku mendengarkannya pasti aku..
“Bangun Oppa! Kumohon! Bangun Oppa!”
Aku merangkul tubuhnya kepangkuanku. Kini setengah tubuhku sudah dipenuhi
darah. Namun aku tak perduli. Aku menangis sejadi-jadinya sambil memeluknya.
Samar-samar aku mendengar Suara Ambulance datang menuju arah kami.
“Oppa…
Maafkan aku…”
-3 Minggu Kemudian-
AUTHOR
POV
Leeteuk Dinyatakan Koma setelah
kejadian tersebut. Ia mengalami Geger Otak ringan dan kehilang kesadaran. Taeyeon
setiap hari mengunjunginya dan menemaninya. Berharap Namjachingunya cepat
tersadar dari koma.
“Bagaimana Keadaan Leeteuk
sekarang?” Tanya Kang Sora saat berjalan bersama-sama Taeyeon Sepulang dari
kampus.
“Keadaan Oppa semakin membaik. Tadi
pagi saat mengunjunginya, Dokter bilang dia sering mengigau pelan. Tapi belum
dipastikan kapan Ia akan sadar sepenuh nya” Ucap Taeyeon tertunduk. Sora yang
sedih melihat keadaan Taeyeon segera menghiburnya.
“Jangan sedih begitu. Aku yakin
Leeteuk akan segera sadar. Aku juga ingin mengunjunginya sebentar. Bolehkan?” Taeyeon
mengangguk sambil tersenyum.
“Dddrrrttt” Tiba-tiba saja Handphone
Taeyeon bergetar. Ia sedikit terkejut melihat siapa yang memanggilnya.
“Yeoboseo…” Jawabnya.
“Taeyeon-ah.., Cepat kerumah sakit.
Leeteuk sudah sadar.” Taeyeon yang mendengar itu langsung terduduk lemas. Sora
segera menopangnya.
“Ne…! Aku akan segera kesana” Ucap Taeyeon
sambil menyeka air matanya.
“Eonni… Ayo kita kerumah sakit!”
Ajaknya. Sora tersenyum dan mengangguk.
-Di Rumah Sakit-
TAEYEON
POV
Aku berjalan cepat dan ingin segera
mendapati ruang tempat Namjachingu ku dirawat.
Dan saat sampai, aku melihat Orang
tua Leeteuk Oppa beserta dokter dan sahabatnya Kang In, berdiri di sisi
kirinya. Aku juga melihat Oppa yang bersandar sambil melihat kearah luar
jendela dengan luka perban dikepalanya. Aku ingin sekali menangis dan
memeluknya.
Orang tua Leeteuk Oppa menatapku.
“Dia Baru sadar dan belum bicara apa-apa”
“Oppa…” Panggilku pelan sambil
menahan tangis. Ia berpaling dan menatapku. Ia tak segera menjawab. Sora Eonni
segera memegang tangan ku. Kulihat Oppa memegangi kepalanya. Wajahnya terlihat
seperti kebingungan dan panik. Dokter segera berdiri disampingnya.
“Ada apa Leeteuk?” Tanya dokter. Namun
Leeteuk tak menjawab. Ia menatap satu persatu kami yang ada dan terakhir Ia
menatapku dan Sora Eonni. Ia menatap kami lama. Dan perlahan ia mengankat
tangan kanannya.
“Untunglah kau selamat…” Ucapnya
menarik tangan Kang Sora dan memeluknya Erat. Aku dan seisi ruangan di buat
kaget, bingung dan panik.
“Untunglah Kau baik-baik saja. Tidak
tertabrak mobil Kang Sora.” DEG! Apa maksudnya ini. Jantung ku berdetak cepat.
“Lee..Leeteuk, Kau salah Orang.”
Ucap Sora Eonni berusaha melepaskan pelukan dari Leeteuk Oppa.
“Iya Leeteuk. Seharusnya kan kau
memeluk Kim Taeyeon.” Sambung Kang In Oppa. Kini kulihat dia memegan kembali
kepalanya.
“Kim Taeyeon? Nu..Nugu ya?” Tanyanya
dengan tampang yang bingung.
“Ya.. Jangan bercanda. Dia itu Kim Taeyeon.
Bagaimana bisa kau melupakan kekasih mu sendiri? Jangan bercanda.” Seru Appa
Leeteuk sambil menunjuk kearah ku.
“Ke..kasih…? Bukan nya Kekasih ku
itu Kang Sora…?” Lagi-lagi pernyataan itu membuat kami kaget. Hatiku seperti
teriris-iris mendengar pernyataan itu. Bagaimana bisa dia tak mengingatku sama
sekali.
“Oppa…Ini aku.. Kim Taeyeon…” Ucapku
lirih menahan tangis. Namun Ekspresi kebingungan kembali terpancar di wajahnya.
“Ya… Leeteuk. Kau masih mengingatku
kan?” Seru Kang In sedikit kesal.
“Aku…Tak begitu ingat. Tapi aku
yakin kau teman ku yang bernama Kang In.” Ucapnya lagi.
“Kalau Orang Tua mu? Kau Ingat?”
Leeteuk Oppa mengangguk. Lalu ia menunjuk kearah ku.
“Maaf… Aku benar-benar tak bisa
mengingat wajah nya. Walau pun namanya pernah kudengar, Tapi itu… sepertinya
sudah lama sekali dan sangat jauh.” Lagi-lagi aku terpukul mendengar pernyataan
nya itu. Kini Dokter segera bertindak. Ia menyuruh kami keluar dan akan segera
memeriksanya kembali.
“Wae Oppa…?” Seru ku dalam hati.
Kini air mata ku kembali menetes.
AUTHOR
POV
Setelah pemeriksaan yang memakan
waktu 45 menit itu, Akhirnya Dokter
memanggil kami.
“Seperti yang pernah kukatakan dulu.
Leeteuk mengalami geger otak ringan. Mungkin itulah sebabnya dia mengalami
Amnesia ringan.
“Amnesia… Ringan?” Tanya ku tak
percaya. Dokter mengangguk
“Dia memang kehilangan beberapa
ingatan di masa lalunya. Tapi itu tidak permanen. Perlahan-lahan dia pasti akan
mengingatnya kembali. Namun, Jangan mencoba untuk mendesak atau memaksanya
mengingat kembali ingatannya. Itu bisa membuatnya Stress, Sakit Kepala yang
luar biasa, dan Parahnya mungkin dia bisa Amnesia akut.” Taeyeon menutup
mulutnya tak percaya. Kini Dokter menatap Taeyeon dan Kangsora.
“Kau yang bernama Kim Taeyeon?” Tanya dokter. Taeyeon
mengangguk pelan.
“Mungkit ini sulit untuk mu. Aku rasa Leeteuk memang
melupakan wajah atau Nama mu. Tapi seperti nya dia tak melupakan kenangan
kalian. Dan sepertinya dia begitu memikirkan mu sehingga akhirnya dia justru
melupakan mu akibat syok yang terjadi saat kecelakaan.” Taeyeon kini kembali
menangis. Kini Kang Sora membujuknya dengan merangkulnya.
“Lalu mengenai Kang Sora…,
Sepertinya Kau harus sering berada disampingnya untuk perlahan membuka
memorinya tentang Kim Taeyeon, karna dia salah mengartikan mu sebagai Kim Taeyeon.
Apa dulu kau pernah mejalin hubungan dengannya?” Kang Sora mengangguk.
“Baiklah.. Kini semua sudah jelas.
Aku minta bantuan kalian semua untuk membantu pasien mengingat semuanya lagi.
Kalian Boleh mengunjunginya lagi. Waktu kunjungan masih ada 3 jam.” Ucap dokter
lagi.
“Taeyeon…., Apa kau ingin
mengunjunginya lagi? Kami akan menunggumu di luar. Mungkin kalian butuh waktu
untuk saling berkenalan kembali.” Ucap Eomma Leeteuk. Taeyeon mengangguk. Ia
menyeka air matanya dan memasuki ruang tempat Leeteuk dirawat.
“A..annyeong Oppa..” Panggil Taeyeon
gugup. Leeteuk memandanginya.
“Ah.. kau. Kemana yang lain?”
Tanyanya sambil melihat kearah pintu.
“Hmm.., Mereka masih ada sedikit
urusan dengan dokter, jadi mereka menyuruh ku masuk terlebih dahulu. Bagaimana
Keadaan mu Oppa?” Tanya Taeyeon dan berusaha mencairkan suasana yang tersa
kaku.
“Baik. Apa yang dokter katakan?”
Tanya Leeteuk Tanpa basa basi. Taeyeon sedikit tersentak kaget. Ia bingung
harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya.
“Ng.. Dokter bilang Oppa hanya
mengalami… Amnesia ringan. Tapi itu akan sembuh secara perlahan-lahan. Kami
akan membantu mu mengingatnya. Aku juga akan membantu mu semampuku” Ucap Taeyeon
apa adanya.
“Pantas saja aku seperti kehilangan
sesuatu, tapi aku tidak bisa mengingatnya. Aku sangat tertolong sekali. Padahal
aku tak mengingat mu, tapi kata-katamu membuatku nyaman. Semoga saja aku bisa
sembuh dan bisa mengingatmu kembali. Kim…” Leeteuk menggantungkan kata-katanya.
Sepertinya Ia kembali lupa dengan nama Taeyeon.
“Kim Taeyeon. Jaeneun Kim Taeyeon
Imnida Oppa.” Ucapnya dengan suara serak seakan mau menangis.
“Ah ya! Kim Taeyeon! Aku akan
mengingatnya.” Senyum Leeteuk membuat Taeyeon tak sanggup menahan air matanya
lagi. Ia segera pamit dan keluar dari ruangan. Taeyeon mencari tempat yang
sunyi dan menangis sejadi-jadinya.
“Apakah ini pelajaran buatku yang
sering egois dihadapan Leeteuk Oppa?” Gumam Taeyeon sambil terus menangis.
AUTHOR
POV
Setelah 3 hari terbangun dari koma,
Keadaan Leeteuk kini semakin membaik. Walaupun Ia masih harus dibantu dengan
Kursi roda saat ingin keluar.
“Kesehatan mu sudah membaik. Lusa
kau sudah boleh pulang ke rumah. Tapi kau harus beristirahat kembali di rumah
dan bisa melanjutkan kuliah apabila keadaan mu sudah benar-benar pulih.” Ucap
dokter. Leeteuk mengangguk. Saat itu Leeteuk hanya ditemani Eomma dan Kang
Sora. Sudah Dua hari ini Kang Sora ikut menemani Leeteuk. Semua itu demi
menolong Leeteuk mengingat kembali Memorynya yang hilang. Sedangkan Taeyeon
hanya pasrah menjadi orang ketiga.
“Sora…, dimana Taeyeon?” Bisik Eomma
Leeteuk.
“Ah, Dia dalam perjalan kemari.”
Sora tau Ibunya Leeteuk lebih menyetujui hubungan Taeyeon dan Leeteuk daripada
Hubungannya dengan Leeteuk dulu.
“Sora…, Aku ingin jalan-jalan
sebentar. Bisa kau temani aku?” Sora hanya mengangguk pelan.
“Leeteuk. Kenapa kau tidak menunggu Taeyeon
saja? Sebentar lagi dia akan kemari” Sambung Ibu Leeteuk.
“Waeyo Eomma-ni? Kang Sora adalah
Yeojachingu ku. Jadi apa salahnya dia yang menemani ku? Kenapa harus Taeyeon?
Dari kemarin Eomma selalu menyuruh ku bersamanya. Padahal ada Kang Sora
disini.” Kata Leeteuk dengan nada yang sedikit kesal. Kang Sora dan Ibu Leeteuk
tersentak kaget.
“Aa..igoo.. Anak ini… Justru Taeyeonlah..,”
Kata-kata ibu Leeteuk terputus setelah menyadari Taeyeon sudah berada di pintu.
Taeyeon menunduk memberi hormat. Leeteuk menatapnya datar.
“Sora…, Ayo temani Leeteuk keluar.”
Paksa ibunya Leeteuk dan ia segera menghampiri Taeyeon dan mengajaknya masuk.
Setelah Leeteuk keluar, barulah mereka bicara.
“Taeyeon-ah…, Apa kau mendengar
perkataannya tadi?” Taeyeon mengangguk pelan. Wajahnya tertunduk lemas.
“Aigoo… Taeyeon-ah…Jangan terlalu
diambil hati dengan perkataan-perkataan Leeteuk barusan. Itu tidak
sungguh-sungguh dari hatinya. Kau juga harus sering sabar. Dokter bilang dia
jadi sering stress dan sedikit pemarah karna Amnesianya.” Taeyeon mengangguk
dan menutup mulutnya menahan tangis. Ibu Leeteuk yang simpati melihat keadaan Taeyeon
segera memeluknya. Sementara itu…
“Leeteuk-Ssi… Seharusnya kau tak
bicara kasar pada Eomma mu. Aku akan baik-baik saja kalau Taeyeon disamping
mu.” Ucap Sora sambil mendorong kursi roda milik Leeteuk. Ia membimbing Leeteuk
kearah Kursi taman belakang rumah sakit.
“Sora-ah.. ada yang ingin ku
tanyakan padamu. Apa betul kau bukan kekasih ku?” Sora tersentak kaget. Ia
berpikir kalau seandainya dia menjelaskan semuanya sekarang, Ia takut akan
terjadi hal buruk pada Leeteuk. Dokter mengatakan untuk tidak tergesa-gesa.
“Kenapa kau bertanya seperti itu?”
Sora kembali bertanya.
“Saat aku terbangun dari koma ku, yang
ku ingat hanyalah kejadian sebelum aku kecelakaan dan seorang Yeoja. Dan kurasa Yeoja yang kuingat adalah kau.”Ujar
Leeteuk menatapnya. Namun Sora sadar ada yang kosong dari tatapan Leeteuk.
“Taeyeon bilang sebelum Leeteuk
kecelakaan, mereka membahas tentang aku. Mungkinkah itu sebanya Ia justru
mengingatku dan malah melupakan Taeyeon?” Pikir Sora dalam hati.
“Dan Lagi, saat aku memeluk mu, kau
bilang aku salah orang. Kang In pun berkata bahwa seharusnya…. Aku memeluk Kim Taeyeon.
Sebenarnya Siapa Kim Taeyeon itu?” Tanya Leeteuk penasaran. Namun Sora tak
dapat menjelaskan semuanya.
“Leeteuk, apa kau ingat semua yang
dikatakan kang in tentang Taeyeon saat kau memeluku?”
“Aku hanya ingat dia berkata,
Seharusnya aku memeluk Ki Taeyeon. Waeyo?” Tanya nya lagi.
“Ng, Anioo…,Pelan-pelan saja
Leeteuk. Suatu saat kau pasti mengingatnya.” Ucap Sora meyakinkan Leeteuk.
“Untuk nya kau lupa bahwa Kang In
pernah mengatakan pada mu bahwa Taeyeon adalah kekasih mu.” Sora mendesah
panjang.
LEETEUK
POV
Aku Mendorong kursi roda ku menuju
ruangan ku. Dan aku ternyata aku berpapasan dengan Kim Taeyeon yang baru keluar
dari ruangan ku. Ia seperti terkejut melihatku. Dia memberi hormat pada ku
sambil tersenyum kecil. Aku membalasnya.
“Kau… sudah mau pulang?” Tanya ku
membuka sedikit pembuka pembicaraan.
“Ne. Aku harus mengerjakan tugas
kampus ku. Sora Eonni dan Ahjumma ada di dalam.” Jelasnya dengan senyum
paksanya. Aku mengangguk mengerti.
“Kalau begitu..aku pulang dulu.”
Pamitnya dan melewati ku. Entah kenapa tangan ku bergerak sendiri dan menarik
tangan nya.
“Kim Taeyeon…Mengenai kata-kata ku
tadi… Mianhae..” Kurasakan tangannya bergetar. Apakah dia takut? Atau Gugup?
Aku tak tau.
“Gwencanna Oppa” Ucapnya melepas
tangan ku dan beranjak pergi. Mendengar suaranya yang serak, kini aku tau
kenapa tangan nya bergetar. Dia pasti sedang menahan tangisnya. Tapi kenapa?
Apa kata-kata ku menyakitinya? Aku rasa dia sering menahan tangisnya setiap
berada didekat ku. Terkadang hatiku terasa sakit bila melihatnya menahan tangisnya.
“Ah… Aku jadi merasa seperi orang
yang jahat. Padahal dia berusaha membantuku agar ingatan ku dapat pulih
kembali. Siapa tau didekatnya aku justru lebih cepat memulihkan ingatan ku.”
Gumam ku sendiri sambil terus mendorong kursi roda ku.
-Dua Hari Kemudian-
“Jadii…ini rumah ku?” Tanya ku
setelah turun dari mobil. Aku memperhatikan sambil mengamat-amati sekitarnya.
“Tentu saja. Apa kau lupa juga
dengan Rumah mu Leeteuk?” Seru Appa ku. Aku mengangguk sambil tersenyum.
“Gwencannaaa.. Mulai sekarang kau
dapat mengingatnya kembali. Kajja kita masuk. Eomma harus menyiapkan pesta
kepulangan mu dari rumah sakit.” Aku tersenyum. Kini Eomma dan Appa ku berjalan
pelan menuntun ku sampai kedalam rumah.
“Baiklah…Kau istirahat saja dulu.
Kalau ada apa-apa panggil saja.” Aku mengangguk.
Aku
memperhatikan Seisi kamar ku. Banyak yang berwarna putih. Apa aku menyukai
warna putih? Aku tak begitu ingat. Aku melihat-lihat sesuatu yang mungkin dapat
membantu ku mengingat hal-hal yang aku lupa kan.
“Ng?” Mata ku terpaku pada Bingkai
Foto yang agak besar. Dalam satu bingkai itu terdapat 3 foto. Yang diatas
adalah foto Bersama teman-teman SMA saat aku Lulus dari SMA. Kemudian disebelah
kiri bawah terdapat foto ku dan Kang In dan foto di sebelah Kanan nya terdapat
fotoku bersama…
“Kim Taeyeon?” Tanya ku pada diriku
sendiri. Terlihat jelas aku sangat dekat dengannya difoto itu. Wajahnya yang
tersenyum riang dan aku disampingnya sedang merangkulnya.
“Kenapa bukan Kang Sora yang ada
disamping ku? Apa benar Kang Sora bukan Kekasih ku?” Aku bertanya-tanya kembali
pada diriku. Tiba-tiba kepala ku sakit karna tak bisa mengingat apa-apa.
“Aarghh..!!” Jeritku menahan sakit
kepala ku. Eomma ku yang mendengar jeritan ku segera naik dan melihat
keadaanku.
“Waeyo anak ku? Neo gwencana?” Aku
tak dapat menjawab pertanyaan Eomma ku. Kini Eomma membimbingku ketempat tidur
dan memberiku obat penenang. Beberapa menit setelahnya aku benar-benar merasa
tenang. Eomma ku masih setia menemaniku.
“Maafkan aku Eomma. Aku terlalu
memaksakan diri untuk mengingat semuanya.” Air mata ku mulai keluar. Hati ku
masih terasa sakit setelah melihat foto tadi. Tapi aku tak tau apa alasannya.
“Gwencannayo anak ku…Kau hanya butuh
Istirahat yang lebih dan menenangkan pikiran mu.” Ucap Eomma menenangkan ku.
“Apa Eomma batalkan saja acaranya?
Kau sepertinya butuh istirahat.” Aku mengangguk.
“Baiklah…, Eomma akan menelpon
teman-teman mu.”
“Eomma…Bisakah kau melepon Kim Taeyeon
untuk datang kemari? Ada yang ingin kutanyakan padanya.”
“Ta..Tapi… Bagaimana kalau kau…”
“Aku akan baik-baik saja Eomma…, Aku
janji tak akan membuat mu khawatir seperti tadi.” Ucap ku tersenyum dan
meyakinkan Eomma ku. Ia mengangguk dan segera keluar dari kamar ku.
AUTHOR POV
“Tok! Tok! Tok!” Bunyi ketukan pintu
Kamar Leeteuk.
“Masuklah” Seru Leeteuk dari dalam.
Pelan-pelan Taeyeon membuka pintu dan masuk kekamar Leeteuk.
“Duduklah.” Leeteuk mempersilahkan Taeyeon
duduk dikursi belajarnya. Sedangkan dia duduk diranjangnya.
“Maaf memanggilmu tiba-tiba.
Sepertinya kau baru pulang dari kampus?” Taeyeon mengangguk.
“Ada perlu apa Oppa memanggilku?”
Tanya nya sopan.
“Aku ingin menanyakan sesuatu. Tapi
aku tak akan memaksa mu untuk menjawabnya.” Taeyeon mengangguk.
“Tadi aku melihat ini.” Leeteuk
mengambil bingkai foto yang Ia lihat tadi. Taeyeon tersadar bahwa ada fotonya
dan Leeteuk disitu. Taeyeon sedikit menelan ludahnya.
“Yang ingin ku tanyakan, Apa aku dan
kau dulu berteman baik? Atau bahkan lebih dari teman baik?” Taeyeon tersentak.
Ia bingung harus menjawab bagaimana. Ia tak ingin berbohong tapi ia takut akan
terjadi sesuatu. Sebab tadi ibu Leeteuk sudah memperingatinya menganai kejadian
tadi pagi.
“Ahaha…Aku dan Oppa Teman Baik!
Bahkan sangat baik. Jadi Oppa tak perlu khawatir.” Taeyeon memaksakan
senyumannya dan meyakinkan Leeteuk.
“Lalu Apa sebenarnya hubunganku dan
Kang Sora? Apa dia benar-benar Yeojachingu ku?”
“…N..N.e..Ne Oppa” Jawab Taeyeon
terbata-bata.
“Lalu kenapa hanya foto mu yang ada
disini? Dan tidak ada foto ku bersama Kang Sora? Kumohon Jawablah dengan jujur.
Kalau kalian menyembunyikan semuanya. Aku justru tak bisa mengingat apa-apa.”
Leeteuk tertunduk dan memegang kepalanya. Taeyeon segera berdiri dan duduk
disampingnya.
“Tenanglah Oppa…Tenang…Aku akan
membantu mu secara perlahan-lahan. Aku sudah janji. Jadi tenanglah” Taeyeon
menyapu-nyapu punggung Leeteuk dengan lembut. Spontan Leeteuk memeluk Taeyeon. Taeyeon
tersentak kaget. Ia tak berani membalas pelukan Leeteuk.
“Op..Oppa..?” Tanyanya Gugup.
“Gumawoo…, Bila berada didekat mu
aku selalu merasa tenang.” Taeyeon mengangguk sambil menepuk-nepuk punggung
Leeteuk.
“Jika Oppa butuh bantuan ku. Panggil
saja. Aku akan membantu Oppa semampu ku.”
-1 Minggu Kemudian-
TAEYEON POV
“Taeyeon-ah…” Aku berbalik dan
mencari sumber suara yang memanggilku. Ternyata itu Kang in Oppa dan Ia
berjalan bersama Leeteuk Oppa. Rasanya senang sekali bisa melihatnya kembali
kuliah dan beraktifitas. Itu artinya keadaan nya sudah benar-benar pulih. Jadi
tinggal mengembalikan ingatan nya saja.
“Annyeonghaseo Oppa” Sapa ku. Kulihat
mereka tersenyum padaku.
“Kau sendirian? Kenapa tidak bersama
Kang Sora?” Tanya Leeteuk sambil melihat sekitar.
“Ah… Sora Eonni mungkin sudah tiba
lebih dahulu daripada aku. Dia Sunbae ku, jadi tak selamanya aku bersamanya.”
Jelasku. Dia mengangguk.
“Jadi… kampus kita. Apa kau
mengingatnya?” Tanya Kang In. Tak disangka Leeteuk mengangguk.
“Tentu saja aku ingat. Akukan hanya
Amnesia ringan. Walaupun aku sedikit lupa dengan rumah ku.” Ucapnya malu-malu.
“Haaa…, Baguslah. Jadi aku tak perlu
repot menemanimu mengelilingi kampus untuk memulihkan ingatan mu.” Gurau Kang
In. Aku tertawa kecil.
“Ya..! Kalau kau tak mau menemaniku,
Aku bisa minta tolong sama Yeojachingu ku atau kepada Kim Taeyeon.” Keluhnya.
Kini aku dan Kang In terdiam. Ternyata Oppa masih menganggap Sora Eonni sebagai
kekasihnya.
“Ya Sudah kalau begitu. Ayo kita
masuk” Ajak Leeteuk Oppa bersemangat.
“Kau duluan saja. Aku masih ingin
mengobrol sedikit dengan Taeyeon. Kau masih ingat dimana kelasnya kan?” Tanya
Kang In Oppa Iseng. Namun Leeteuk Oppa Mengerutkan dahinya.
“Aigoo…, Sepertinya kau lupa
dimana…! Kalau begitu tunggu aku didekat tangga. Jangan sampai kau hilang. Kau
tidak mempunyai Ponsel Untuk ku hubungi.” Seru Kang In. Kulihat Leeteuk Oppa
melambaikan tangan tanda mengerti.
“Apa yang Ingin Oppa bicarakan
dengan ku?” Tanya ku dengan serius.
“Begini…, Sepertinya Leeteuk menjadi
sedikit Trauma melihat Jalan yang ramai. Jadi aku minta bantuan mu untuk terus
membimbingnya agar ia tidak lagi takut. Aku saja tadi sempat kerepotan meyakinkannya
bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Tapi Dia malah mengomeliku dan tidak mau
melewati Zebra cross.” Jalas Kang In.
“Tapi Oppa…Bagaimana aku bisa membatunya?
Dia menjadi seperti itu karna kesalahan ku.” Suara ku kembali bergetar. Jangan
menyalahkan dirimu terus. Yang terpenting sekarang kita semua ingin Leeteuk
sembuh.” Aku mengangguk. Benar yang dikatakan Kan In Oppa.
“Leeteuk sendiri pernah bilang
padaku. Dia sering merasa nyaman apabila berada didekatmu. Jadi aku yakin Cuma
kau yang paling bisa membantunya.”
“A..aku akan mencobanya Oppa…!” Ucap
ku mantap. Dia menjadi seperti itu karna aku. Jadi sudah seharusnya aku menebus
kesalahan ku dengan selalu ada di sisinya.
AUTHOR POV
Siangnya Taeyeon menelpon Kang In
untuk bertanya mengenai Leeteuk.
“Dia bilang padaku tadi ingin
jalan-jalan ketaman belakan kampus.” Tanpa basa-basi ia segera menuju taman
belakang kampus. Dan benar saja Ia mendapati Leeteuk sedang duduk merenung di
bangku taman. Tempat biasanya Taeyeon dan Leeteuk bertemu. Ia berjalan pelan
dan mengampirinya.
“Ah…Kim Taeyeon. Kebetulan sekali.”
Ucap Leeteuk yang menyadari kedatangan Taeyeon.
“Ini bukan kebetulan Oppa” Gumam
Taeyeon dalam hati.
“Duduklah” Tanpa berkata-kata,
Taeyeon segera duduk tepat disebelah Leeteuk.
“Kau tau Taeyeon, Saat aku melihat
Taman belakang ini tadi, aku merasa tertarik dan berpikir ingin duduk disini
steusai kuliah.” Ucap Leeteuk tersenyum.
“Mungkin karna ini memang tempat
favorit oppa saat dikampus. Itu sebabnya Oppa begitu tertarik saat melihatnya.”
Kini Leeteuk menatap Taeyeon. Wajahnya masih sedikit bingung.
“Benarkah? Aku bahkan lupa kalau
taman balakang kampus adalah tempat favorit ku. Daebak! Seharian dikampus, aku
jadi tau beberapa hal yang sudah kulupakan. Aku juga tadi jadi mengingat
kembali wajah teman-teman kampus ku dan sedikit materi yang di jelaskan.”
Taeyeon tersenyum melihat wajah bahagia Leeteuk.
“Ngomong-ngomong darimana kau tau
ini tempat favoritku? Apa aku yang menceritakannya padamu? atau apakah dulu kau
sering kesini bersama ku?” Taeyeon tak segera menjawab pertanyaan dari Leeteuk.
“Ah..Mianhae.. Kau tak perlu
menjawabnya.” Ujar Leeteuk saat melihat wajah Taeyeon yang terlihat sedikit
kebingungan.
“Mulai sekarang, aku tak akan
memaksa mu untuk memberitahukan ku semuanya. Itu terserah dari mu saja. Aku
akan berusaha mengingatnya pelan-pelan.” Jawab Leeteuk tersenyum. Lagi-lagi
Taeyeon terlihat seperti ingin menangis.
“Oppa…, saat kau duduk disini,
apakau mengingat sesuatu?” Leeteuk terdiam sejenak. Taeyeon menantikan jawaban
yang keluar dari mulut Leeteuk. Namun Leeteuk tetap terdiam.
“Kau tak perlu memaksakan diri untuk
menjawabnya oppa. Kalau kau tidak ingat juga tak apa-apa.” Wajah Taeyeon kini
memerah dan mata nya sedikit berkaca-kaca. Ia membalikkan wajahnya agar Leeteuk
tak melihat wajahnya yang ingin menangis.
“Ada!” Jawab Leeteuk tiba-tiba.
Taeyeon Spontan berbalik menatap Leeteuk.
“Aku Ingat sesuatu tadi saat sedang
merenung. Aku dulu sering menunggu seseorang ditempat ini. Namun aku tak dapat
mengingat siapa orang itu.” Kini airmata Taeyeon mengalir. Ia berbalik kembali
dan menyeka airmata.
“Lalu…Tiba-tiba kau datang dan
mengatakan bahwa taman ini adalah tempat favorit ku. Itu sebabnya aku bertanya
apa dulu kau sering kesini bersama ku?”Sambung Leeteuk. Taeyeon menarik nafas
panjang dan berusaha menguatkan dirinya.
“Ne Oppa. Kitakan teman baik. Kang
In Oppa dan Sora Eonni juga pernah kemari. Kau sering mengajak orang terdekat
mu untuk datang kemari.” Ucap Taeyeon meyakinkan.
“Tapi…, sepertinya hatiku sakit saat
mengingat itu. Seperti ada sesuatu yang hilang.” Kali ini Taeyeon tak berkata
apa-apa. Ia hanya tertunduk lemas.
“Sudahlah… Jangan pasang wajah
seperti itu. Kau begitu tersentuh ya dengan cerita ku sampai-sampai kau
menagis? Aku tau kau tadi menagis.” Taeyeon tersentak kaget dan menatap
leeteuk.
“A..aku tidak menagis kok oppa.
Mataku perih, makanya…” Taeyeon menghentikan kata-katanya saat merasakan tangan
Leeteuk menyapu kepalanya.
“Hahaha.. Ne!ne! Terserah kau saja
apa alasannya. Yang pasti, wajah ingin menangis mu itu menyakitkan ku. Jadi
jangan pasang wajah seperti itu lagi.”
“Oppa…Justru sikapmu yang perhatian
seperti inilah yang membuat ku jadi ingin terus menangis.” Gumam Taeyon lagi
dalam hati. Sapuan lembut tangan Leeteuk yang Ia rindukan selama ini, akhirnya
dapat ia rasakan lagi. Walaupun Leeteuk masih tak mengingat semua kenangan
tentang mereka berdua, setidaknya hal tersebut sudah membuat Taeyeon merasa
nyaman.
To Be
Continued....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar