Cast :
Leeteuk SJ, Kim Taeyeon SNSD, Kang Sora, Kang In
Author : Agvhanny
Ika a.k.a Park yeon young :D XD
Length:
Twoshoot
Genre : Drama
(Romance, Friendship, and Sad)
Ratting: PG
Yup! Akhirnya jadi juga part 2 nya! Dan ini masih salah satu dari sekian
banyak FF Gaje buatan saya… -_- Jadi jgn heran klo critax aneh dan ga jelas. Maaf apabila ada kesamaan dalam judul. Ini murni FF buatan ane ._.v! AND
Buat ANTIS SUGEN, di harapkan menghilang dari Blog ini secepatnya :P OK! Hope u
like and Enjoy my FF.
LEETEUK
POV
“Ka..jima…! Kajimarago!!” Aku
membuka mata ku dan tersadar dari mimpiku. Kulihat tangan ku sementara terangkat
dan seperti ingin menggapai sesuatu.
“Mimpi buruk!” Aku bangun dan tersadar kalau mataku sembab.
Apakah aku menangis? Sudah tiga hari berturut-turut aku bermimpi hal yang sama.
Aku menyeka air mataku dan termenung kembali.
‘Mimpi itu benar-benar buruk dan menyedihkan.’ Gumamku lagi.
Masih teringat jelas didalam mimpi aku berusaha menggapai tangan seseorang.
Namun tangan itu semakin menjauh pergi. Semakin ingin kugapai, Dia semakin
jauh. Entah tangan siapa dia, Aku tak dapat mengingat wajah orang yang ingin
kugapai itu dan kenapa aku begitu mati-matian ingin menggapai tangan nya. Tapi
mimpi itu benar-benar membuat perasaan ku sakit dan terluka. Mungkin itu
sebabnya aku sampai menangis.
“Mungkin lebih baik aku minum obat penenang dan kembali
tidur.” Aku segera beranjak dari tempat tidurku, menyalakan lampu kamar ku, dan
mencari obat penenag ku.
“Ng? Apa ini?” Aku memegang suatu benda yang dingin di laci
meja ku. Aku mengeluarkan benda itu dan ternyata itu Handphone ku yang dalam
keadaan rusak. LCD HP ku Retak parah dan ada sedikit noda darah.
“Ternyata HP ku masih ada. Tapi sepertinya sudah rusak. Apa
masih bisa kuperbaiki?” Aku masih mengamat-amati HP ku yang rusak. Sepertinya
kecelakaan ku benar-benar parah, sampai HP ku juga jadi korban.
“Baiklah! Besok akan ku coba membawanya ketempat Service.”
Aku memasukkan kembali Handphone ku dan segera meminum Obat penenang ku dan
kembali tidur.
Esoknya, dengan berhati-hati aku berjalan menuju Halte Bus.
Aku sudah mengingat sedikit jalan menuju halte dan menuju kampus ku. Walaupun
terkadang aku lupa, Tapi aku sedikit tertolong dengan petunjuk-petunjuk
dijalan. Orang yang pertama kali kutemui ialah Sora. Yeojachinguku.
“Annyeong Sora” Sapaku padanya. Ia sedikit tersentak
melihatku. Namun Ia kembali membalas sapaan ku.
“Leeteuk Ssi.., Annyeonghaseo.., Kenapa kau sendiri? Dimana
Kang In?” Tanya nya.
“Ah..Aku sengaja berangkat lebih awal darinya. Aku sengaja
datang lebih pagi untuk menunggu mu.”
“Pasti ada yang ingin kau bicarakan sampai-sampai menunggu
ku?” Tebak Sora. Leeteuk tersenyum kecil.
“Hahah… Anio…, memangnya salah aku menunggu mu disini? Kau kan
yeojachingu ku. Yah… setidaknya itu yang kurasakan saat ini.” Ucapku yakin.
Walaupun belum ada petunjuk yang pasti kalau Sora adalah yeojachingu ku saat
ini, tapi dialah yeoja terakhir yang kuingat. Itu sebabnya aku masih yakin dia
adalah yeojachingu ku.
“Ah..ne.” Jawabnya singkat.
“Sebelumnya kita memang sering kekampus bersama kan?” Ucapku
meyakinkannya. Ia tak menjawab pertanyaan ku. Kudengar suara deringan handphone
miliknya berbunyi.
“Mianhae Leeteuk Ssi… Aku kekelas duluan. Temui aku saat jam
kuliah berakhir.” Ucapnya terburu-buru dan segera mengangkat panggilan di HPnya
itu.
AUTHOR POV
Siangnya seusai kuliah, Taeyeon berjalan lemas menelusuri
koridor kampus. Matanya menerawang kearah taman belakang kampus. Ia melihat
Leeteuk sedang duduk disitu bersama Kang Sora. Ia sedikit terkejut tapi tak
bisa melakukan apa-apa. Ia hanya tertunduk lemas melihat pemandangan itu.
“Oppaa.., sampai kapan kau melupakan ku?” Gumamnya pelan.
Namun Ia tak ingin berdiri dan hanya melihat mereka dari jauh. Jadi Taeyeon
memutuskan untuk mendengar pembicaraan mereka secara diam-diam.
Sementara itu, Kang Sora sudah memutuskan untuk sedikit
berbicara tegas.
“Sebenarnya, ada yang ingin kau ceritakan pada ku kan tadi
pagi?” Leeteuk mengangguk.
“Beberapa hari ini aku sering bermimpi sesuatu yang entah apa
artinya itu namun selalu membuat perasaan ku tertekan dan sedih.”
“Aku bermimpi sedang berlari di suatu tempat. Aku seperti
ingin menggapai seseorang, namun aku tak dapat menggapainya. Semakin aku
berusaha mengejarnya, tangan itu semakin menjauh. Orang itu sepertinya sangat
membutuhkan ku. Itu sebabnya aku berusaha menggapainya. Tapi tak bisa.” Jelas
Leeteuk panjang. Sora mungkin mengerti apa maksud dari mimpi tersebut.
“Lalu… Siapa orang yang ingin kau gapai itu?”
“………., Mollaseo…”Jawab Leeteuk Singkat.
“Tapi aku harap itu bukan kau Sora. Aku tak mau kau
meninggalkan ku.” Sora terdiam mendengar kata-katanya.Apa itu sungguh-sungguh
dari hati seorang Leeteuk?
“Leeteuk Ssi…, ada yang ingin kutanyakan. Menurut mu. Aku ini
siapa mu?” Taeyeon yang sedang mendengarkan secara diam-diam sedikit kaget
dengan pertanyaan dari Kang Sora. Namun dia berusaha untuk tetap tenang.
“Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja kau Yeojachingu
ku” Jawab Leeteuk sambil tertawa kecil. Namun Sora justru terdiam.
“Lalu… apa kau merasa nyaman bersama ku..?” Kali ini Leeteuk
lah yang terdiam. Walaupun dia merasa Sora lah kekasihnya saat ini, namun dia
lebih merasa nyaman apabila bersama Kim Taeyeon.
“Mianhae Leeteuk… Kau tak perlu menjawabnya. Dengan begini
aku yakin kau sama sekali tak mencintai ku.”Ucap Kang Sora. Leeteuk tersentak
kaget begitu pula Taeyeon.
“Ap..Apa maksud..mu Sora..?” Tanya Leeteuk Terbata-bata.
“Mianhae… Jeongmal Mianhae…! Aku tak bisa menyembunyika ini
dari mu lagi. Sejak awal kita tidak pacaran. Aku tak ingin menyakitimu.., tapi
aku juga tak ingin tersakiti lagi seperti 4 tahun yang lalu saat di SMA. Kau
selalu mengatakan bahwa aku kekasih mu, tapi hatimu tak pernah tertuju pada
ku.” Mata Leeteuk kini terbuka lebar. Ia seperti mengingat sesuatu.
“So..Sora Eonni… yang benar saja… itu akan membuat oppa
semakin sakit.” Gumam Taeyeon dari balik tembok. Ia ingin mengalihkan
pembicaraan mereka, tapi Ia tak mungkin
tiba-tiba muncul diantara mereka.
“Mianhae Leeteuk Ssi…, Kalau aku tak mengatakan ini, kau tak
akan pernah tau. Aku tak ingin terus diam tanpa berkata apa-apa. Itu sama saja
aku membohongi mu lagi dan lagi.” Kang Sora memegang tangan Leeteuk sambil terus
meyakinkannya. Leeteuk terus tertunduk dengan wajah bingung dan stress.
“Aku mengerti…, Bisa tinggalkan aku sendiri dulu Kang Sora?”
Pintu Leeteuk sambil memijat kepalanya. Kang Sora mengangguk dan meninggalkan
Leeteuk. Namun Ia bertemu dengan Taeyeon dibalik tembok. Taeyeon memang sengaja
mencegat nya.
“Eonni…, Kenapa kau melakukan ini?” Tanya Taeyeon dengan nada
khawatir.
“Kau dari tadi disini?” Taeyeon mengangguk.
“Mian aku menguping.”
“Tidak apa-apa. Mian Taeyeon Ssi.. Aku melakukan ini untuk
kebaikannya juga. Tidak mungkin kita menyembunyikan hal ini terus menerus padanya.
Akan lebih menyakitkan baginya jika ia mengetahuinya sendiri. Jadi lebih baik
kita memberitahukan padanya.” Taeyeon tertunduk Lemas.
“Tapi itu terserah pada mu Taeyeon. Kau bisa terus
membimbingnya dengan sabar. Aku juga akan terus membantu nya. Tapi setidaknya
beban ku dengan berpura-pura menjadi pacarnya sudah terlepas.” Ucap Kang Sora
Mantap.
“Untuk Saat ini dia memang ingin sendiri…, tapi sepertinya
kau bisa menemuinya sekarang dan menenangkannya.” Setelah mengucapkan semuanya,
Kang Sora berjalan meninggalkan Taeyeon. Memang benar apa yang dikatakan Kang
Sora barusan. Tapi Taeyeon tak memiliki keberanian sekarang untuk mengatakan
bahwa dia adalah kekasih Leeteuk.
“Oppa…” Panggil Taeyeon dari belakang. Leeteuk menolehnya
namun tak berkata apa-apa.
“Waeyo Oppa? Wajah mu pucat. Neo Gwencanna?” Taeyeon segera
mengahampirinya dan duduk disebelah Leeteuk. Ia berpura-pura seolah-olah tak
mengetahui kejadian barusan.
“Ah.. Ne..! Gwencanna. Apa kau disini sejak tadi?”
“Annii Oppa” Taeyeon berbohong.
“Mian…, Aku memang selalu terlihat
kacau didepan mu.” Leeteuk tertunduk. Taeyeon Pelan-pelan menyapu punggung
Leeteuk.
“Ne Oppa. Itu bukan masalah buat ku.
Apa kau yakin tak apa-apa? Mau ku temani kedokter?” Tanya Taeyeon sekali lagi.
Leeteuk menggeleng sambil memaksakan senyumannya.
“Tak apa-apa. Tak perlu khawatir.
Aku akan selalu merasa baik-baik saja ketika kau disini.” Taeyeon menghentikan
tangannya menyapu punggung Leeteuk.
“Sebagai gantinya…, Kau mau menemani
ku jalan-jalan sebelum pulang?”
“Tapi Oppa.., Apa tidak apa-apa?
Kalau siang hari jalanan sangat ramai.”
“Aku kan sudah bilang. Aku akan
baik-baik saja kalau kau disamping ku. Aku juga harus melawan rasa takut ku
kalau ingin sembuh.” Leeteuk kembali tersenyum. Taeyeon membalas senyumannya.
“Kalau begitu, ayo kita jalan saja
sekarang.” Leeteuk menarik tangan Taeyeon. Taeyeon mengikutinya.
LEETEUK POV
Entah kenapa walaupun aku sempat
syok dengan pengakuan dari Sora, tapi aku tak terlalu sedih. Sebaliknya, aku
masih penasaran dengan yeoja yang sedang melahap ice cream dengan nikmatnya.
Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti dia. Yang selalu ada disaat aku butuh
dan selalu membuat ku nyaman.
“Oppa…? Kau melamun?” Aku mengedip-ngedipkan
mata ku saat melihat wajah nya yang sudah ada tepat beberapa centi didepan
wajah ku. Ia menatap ku bingung.
“Ahh… A..annii..”Ucap ku gugup.
Entah kenapa tiba-tiba jantung ku berdetak cepat.
“Apa kau memikirkan sesuatu Oppa?
Ice cream mu sudah mulai mencair.” Ucapnya. Kini pandangan ku beralih kearah
Ice cream ku. Benar saja yang dikatakannya. Aku segera menyuapi ice cream rasa
vanilla dan Strawberry ke dalam mulut ku.
“Waah… Masita. Kau yang memesankan
nya untuk ku kan? Enak sekali” Ucap ku sambil terus melahap Ice cream ku.
“Ne Oppa. Itukan rasa Ice cream
kesukaan mu.” Ucapnya tersenyum. Aku kini menghentikan suapan ku.
“Taeyeon Ssi…, aku pikir betapa
beruntung nya aku menjadi sahabat mu. Sepertinya kau lebih mengerti semua
tentang ku. Padahal aku sendiri tidak bisa menjadi sahabat yang baik karna
bisa-bisanya aku melupakan mu.” Kulihat ia juga menghentikan suapan ice cream
nya. Wajahnya perlahan menunduk. Ah, apakah kata-kataku membuatnya sedih…?
“Ng..ahaha tapi aku pikir, Lebih
beruntung lagi orang yang akan menjadi kekasih mu. Pasti dia akan sangat
bahagia memiliki kekasih yang sangat pengertian seperti dirimu” Ucapku berusaha
menghibur.
“Ne Oppa…, aku harap begitu. Aku
ingin ke toilet dulu.” Ucapnya tersenyum dan pergi dari hadapan ku. Ia
tersenyum, tapi itu bukan senyuman
bahagia. Senyumannya terlihat menyedihkan.
“DDDRRRTTT!” Aku terkejut dengan
getaran Handphone yang ada di atas meja. Handphone itu milik Kim Taeyeon.
“Wah…, Eommanya memanggil. Apa aku
harus mengangkatnya?” Tanya ku ragu. Tapi tak lama setelah itu, Panggilan di
handphone itu terhenti. Layar Handphone miliknya masih tetap menyala. Aku
melihat Handphone itu tertulis ‘One Missed call’.
“Ng?” Aku sedikit terkejut tapi
bukan karna tulisan one missed callnya melainkan wallpaper di belakannya. Kini
ku hilangkan tulisan one missed call itu agar bisa melihat jelas wallpapernya.
Dan alangkah terkejutnya aku melihat siapa yang ada di foto itu.
“Aku… dan Kim Taeyeon? Tapi…” Aku
kembali terkejut dengan panggilan masuk yang datang dari eoomanya lagi.
“Oppa?” Panggilnya. Kulihat wajahnya
sedikit terkejut melihat aku memegang Handphonenya.
“Ah Mian, ini Eomma mu memanggil.” Ucapku menyodorkan
Handphone miliknya. Ia segera mengambilnya dan mengangkatnya.
Aku masih terbayang dengan wallpaper
miliknya tadi. Aku ingat jelas di foto itu Ia manyandarkan kepalanya di pundak
ku sambil tertawa dan aku yang tersenyum disampingnya memegang kamera.
Menurutku foto itu tak terlihat seperti foto bersama seorang sahabat melainkan
bersama seorang…
“Oppa…? Oppa…?” Aku kembali tersadar
dari lamunan ku.
“Oppa, Neo gwencahanna??” Aku
mengangguk. Dia masih memperhatikan ku.
“Oppa, apa tadi oppa melihatnya?”
Tanyanya dengan wajah yang terlihat cemas. Kulihat Ia sedikit meremas Handphone
nya. Aku yakin pertanyaan nya ini pasti berhubungan dengan wallpaper yang
kulihat tadi.
“Lihat Apa?” Tanya ku berpura-pura
bingung. Ia terdiam sejenak.
“Tenang saja, aku tidak lihat isi HP
mu kok. Tadi saat pertama kali eomma mu menelpon mu, aku tak berani mengangkat
nya. Jadi kubiarkan saja. Tapi ternyata Eomma mu menelpon mu lagi, Jadi aku
berniat mengangkat nya, tapi karna kau sudah ada jadi langsung ku berikan.”
Wajahnya terlihat lega. sepertinya dia khawatir aku melihat wallpaper itu. Itu
sebabnya aku berbohong.
“Ng, Oppa… tadi eomma menelpon ku
dan menyuruh ku pulang segera. Tapi aku bisa menemani mu 5 menit la..”
“Tidak perlu…, Tak apa-apa. Kau
pulang saja duluan. Aku masih ada keperluan sebentar. Ng, Kau bisa menolong ku
menelpon Kang In? Soalnya aku ada janji untuk bertemu dengan nya hari ini.”
“Ah, Ne Oppa… Tapi kau yakin taka
pa-apa?” Tanyanya lagi dengan wajah cemasnya. Aku tersenyum meyakinkan nya.
“Ne.” Akhirnya Ia mengambil
Handphone nya dan segera menelpon Kang In.
-Satu Jam setelah itu…
“Ini..!” Aku menerima Chip memory HP
ku.
“ Mereka bilang Handphone mu akan jadi 7 hari lagi. Mereka
harus memperbaiki LCD, Mengganti Body Handphone mu dan memperbaiki dalam nya.”
Jelas Kang In. Aku mengangguk.
“Baiklah. Terima Kasih atas bantuan mu.” Kang In mengangguk.
Setiba ku dirumah, aku segera memasuki kamar ku, Mencari Card
ridder ku dan memasukan chip memory ku. Aku mengklik folder yang tertulis
‘Photos’ dan dengan cepat folder itu terbuka. Alangkah kagetnya aku saat
melihat isi folder foto itu. Begitu
banyak Fotoku bersama Kim Taeyeon. Kedekatan kami di foto itu terlihat bukan
sebagai sahabat, tapi sebagai kekasih.
“Kim Taeyeon… adalah… Kekasih ku?” Aku terdiam saat melihat
fotonya yang mencium pipi ku gemas dan aku yang tertawa di sebelahnya.
“Bagai…mana mungkin, aku.. bisa melupakan Kekasih ku
sendiri?” Ucapku putus asa. Aku tertunduk lemas. Aku dapat merasakan air mata
ku menetes. Aku sedih karna biarpun aku melihat fotonya bersama ku, aku masih
tetap tak dapat mengingatnya. Kepala ku sakit! Dadaku sesak! Mungkin itu
sebabnya dia selalu terlihat ingin menangis apabila disamping ku. Betapa
jahatnya aku.
AUTHOR POV
“Ne Eomma, aku sudah membeli apa yang aku pesan tadi, setelah
ini aku pulang.” Ucap Taeyeon mengakhiri pembicaraannya di telpon.
“Huuf, Aku khawatir dengan Leeteuk Oppa, apa dia baik-baik
saja?” Ucap taeyeon dalam hati. Ia kembali mengambil Handphone nya dan mengetik
nomor telpon rumah milik Leeteuk.
“Keluarga Lee disini” Jawab seorang wanita paruh baya dari
seberang.
“Annyeong Eomma nim, ini aku Taeyeon.”
“Taeyeon Ssi….! Aigoo kebetulan sekali. Aku baru akan
menelpon mu. Tapi, Apa Leeteuk menelpon mu? Atau pergi menemui mu?” Taeyeon
terdiam mendengar pertanyaan itu.
“Anio Eomma nim. Waeyo?” Tanya Teyeon bingung.
“Aiiggoo…, Eotokae. Barusan 10 menit yang lalu Leeteuk Keluar
dari rumah seperti tergesa-gesa. Aku menahan nya keluar karena melihat wajahnya
sedikit pucat. Tapi ia tampak marah saat aku menahan nya. Ia berseru seperti
orang stress dan bilang jangan menghalanginya untuk pergi menemui Taeyeon.”
Wajah Taeyeon seketika itu terlihat pucat. Dan matanya membulat.
“Aku berharap dia menelpon mu karna aku sempat menyelipkan
Nomor mu di kantong jacketnya. Aku takut kalau memaksanya tinggal, dia akan
lebih stress lagi. Jadi aku yakin hanya kau yang bisa menenangkan nya kembali ”
“Baiklah Eomma, aku juga akan menelpon Kang In Oppa untuk
membantu ku mencari nya.” Seru Taeyeon terburu-buru.”
“Ne.. Ayah Leeteuk juga belum pulang kerja. Aku harap dia
baik-baik saja.” Taeyeon mengangguk dan mengakhiri pembicaraan nya.
“Bagaimana bisa Leeteuk Oppa dengan nekat nya ingin menemui
ku? Apa dia sudah mengingat arah kerumah ku? Atau jangan-jangan…?” Taeyeon
mempercepat langkahnya.
“Oppa… Eodiga?” Tanya Taeyeon saat menelpon Kang In.
“Aku lagi di Mini market dekat rumah ku. Waeyo Taeyeon?”
“Oppa.. Kumohon, Bantu aku menemukan Leeteuk Oppa. Rumah mu
tidak jauhkan dari rumahnya? Dia sepertinya sedang stress dan nekat ingin
menemui ku. Aku takut ia sudah mengingat semuanya dan malah membuat nya stress
seperti itu.” Ucap Taeyeon dengan suara sedikit bergetar.
“Baiklah. Kau tenang dulu. Apa ada petunjuk lain dimana dia
sekarang?” Tanya kang In menenagkan Taeyeon.
“Yang aku tau, dia baru saja keluar dari rumah 10 menit yang
lalu. Ibunya yang mengatakannya pada ku. Mungkin dia sedang menuju halte bus.”
“Ok! Aku akan mencarinya di halte bus. Kebetulan Mini market
ini tak jauh dari Halte bus.” Seru Kang in dan segera mengakhiri obrolan
mereka.
Kang In melihat di sekitar nya, mencari sosok Leeteuk. Ia
berlari-lari kecil sambil terus mengamat-amati sekitarnya. Sedangkan Taeyeon
dengan cepat mencari taksi untuk pergi menemui Kang In. Ia meramas-ramas
tangannya cemas. Beberapa menit setelah itu, Taeyeon mendapat panggilan dari
Kang In. Dengan cepat dia langsung menjawab nya.
“Oppa, bagaimana?!” Tanya Taeyeon Khawatir.
“Tenang lah. Aku sudah menemukan
nya. Seperti dugaanmu, dia memang lagi di Halte bus sedang menunggu Bus yang
datang. Dia sepertinya kacau sekali. Aku harap kau cepat datang kemari.”
“Aku mengerti Oppa. Aku sedang dalam
perjalanan ke situ.”
15 Menit kemudian…
Dari kejauhan Taeyeon dapat melihat
Kang In dan Leeteuk yang berada di Halte bus yang ada disebrang jalan. Ia
dengan segera menghentikan Taksi yang dinaikinya dan segera keluar. Ia begitu
khawatir dengan keadaan Leeteuk.
“OPPA!” Seru Taeyeon dari seberang
yang membuat Kang In berdiri. Namun tidak untuk Leeteuk. Ia tetap duduk
membungkuk dengan wajah stress nya tanpa melihat kearah Taeyeon.
“Tunggu aku Leeteuk Oppa!” Gumam
Taeyeon segera menyebrangi zebra cross.
“TIIIIITTTTT!!!!!” Tiba-tiba saja Cahaya terang dari sebuah
mobil menyinari nya dan sebuah klakson mobil panjang membuatnya tersentak
kaget.
“BRUK!”
LEETEUK POV
“OPPA!” Kudengar dia memanggil kami dari seberang. Aku
sedikit tersentak tapi aku tetap tak bisa melihatnya. Kurasa Kang In berdiri
dan sedikit melambai padanya. Mungkin kah dia akan marah pada ku karna telah
melupakan nya?
“Tidak! Aku harus minta maaf padanya!” Aku kini berniat untuk
menhampirinya tapi…
“TIIIIIITTTTT!!!!!” Bunyi klakson panjang dari sebuah mobil
membuat ku tersentak kaget. Kulihat saat itu Taeyeon tepat berada di tengah
jalan sedang berlari kearah kami. Mata ku terbuka lebar. Aku harus segera
menolongnya tapi kaki ku tak bisa melangkah. Kaki ku lemas dan kepala ku pusing
sekali.
“BRUK!” Aku terduduk lemas sambil terus memegang kepala ku.
Tiba-tiba saja semua kejadian saat kecelakaan dulu terlintas di kepala ku.
Pandangan ku mulai kabur. Namun saat aku mulai ambruk, Aku merasakan seseorang
memeluk ku. Tubuh yang memeluk ku kecil dan dingin.
“OPPA!! Kau baik – baik saja?!! OPPA??!! OPPA?!!” Seru suara
seorang yeoja yang tak asing bagiku. Apa ini suara Taeyeon kekasih ku?
“Kau…baik-baik saja? Taeyeon ah?” Tanya ku lemas.
“Aku baik-baik saja. Aku tidak celaka maupun lecet. Oppa,
Kumohon bangun lah!!” Aku tersenyum mendengarnya. Kurasakan beberapa tetes air
jatuh kepipi ku. Lagi-lagi dia menangis karna aku. Perlahan-lahan aku mulai
merasa kesadarn ku mulai hilang.
“Uljima…Taeyeon.”
TAEYEON POV
Aku terkejut mendengar bunyi klakson mobil yang panjang itu.
Mobil itu melaju dengan sangat cepat namun aku mujur karna mobil itu kini
berhenti tepat didepan ku. Namun pandangan ku kini beralih kearah Namja yang
ada didepan ku.
“YA!! KAU MAU MATI??!” Maki orang yang membawa mobil itu,
namun aku tak memperdulikan makian nya itu. Aku segera berlari lagi kearah
Namja itu dan segera memeluknya saat dia akan ambruk.
“OPPA!! Kau baik – baik saja?!! OPPA??!! OPPA?!!” Seru ku
Panik sambil menangis.
“Kau…baik-baik saja? Taeyeon ah?” Tanya nya lemas. Ia memegang
lembut wajah ku. Aku benar-benar tak kuat melihat ini.
“Aku baik-baik saja. Aku tidak celaka maupun lecet. Oppa,
Kumohon bangun lah!!” Ucap ku meyakinkannya. Aku memegang tangan nya dan tangis
ku semakin keras.
“Uljima…Taeyeon.” Kata-kata terakhirnya sebelum akhirnya dia
benar-benar pingsan. Aku tak ingin hal yang buruk itu terjadi lagi. AKu tak
ingin dia melupakanku lagi untuk selamanya. Lebih baik aku mati saja dari pada
harus menderita seperti ini. Aku terus menangis sambil terus memeluk tubuhnya yang
dingin.
LEETEUK POV
“Kajima…! Kajima! Jebal..! Dorawa...! Kim Taeyeon!!” Aku
tersentak kaget dan segera membuka mata ku.
“Lagi-lagi mimpi itu.” Cahaya matahari yang terang telah
menyinari ruangan asing tempat aku berbaring. Aku beranjak bangun namun aku
tersadar bahwa tangan kanan ku terasa berat. Aku melihat apa yang membuat nya
berat dan seketika itu juga air mata ku mengalir. Yeoja bertubuh kecil itu
sedang tertidur sambil memegang erat tangan ku.
“Taeyeon ah…”Gumam ku pelan sambil menahan rasa haru ku. Kini
aku mengerti arti mimpi ku itu. Dialah yeoja yang ingin sekali kugapai.
Walaupun aku berusaha menggapainya, namun tak berhasil. Tapi pada kenyataannya
dialah yang berhasil menggapai tangan ku.
Aku membelai lembut rambut dan pipinya. Sontak hal itu
membuatnya terbangun.
“Oppa?? Kau sudah…”Ia tak meneruskan kata-katanya. Kulihat
matanya berkaca-kaca. Aku mengangguk
sambil terus memegang lembut pipinya dan sesekali menghapus airmata nya yang
jatuh.
“Ne…Aku sudah bagun. Ini aku Taeyeon. Bogoshipeo.” Ucapku dan
segera memeluknya. Aku kini menagis didalam pelukannya. Begitupun juga dia.
“Mianhae! Jeongmal Mianhae karna sudah melupakan sesuatu yang
paling berharga dalam hidupku, yaitu dirimu. Kau pasti sering terluka karna
aku. Mianhae! Aku juga melupakan janji ku untuk terus mencintai mu” Ucapku
berulang – ulang sambil mempererat pelukan ku. Ia mengangguk dan terus
menangis.
“Gwencanna Oppa…, yang penting sekarang kau kembali mengingat
ku, Itu saja sudah cukup buat ku.” Ucapnya yang membuat ku sedikit merasa
tenang. Aku bersyukur kini ingatan ku kembali. Aku melepaskan pelukan ku dan
menatapnya. Ia tersenyum melihat ku sambil berusaha menghentikan tangis nya. Ia
juga menyeka airmata yang jatuh di pipiku. Aku tersenyum melihat nya dan
sekarang giliran ku menyapu airmatanya.
“Mian Oppa..,Aku benar-benar terharu.” Ucapnya dan menangis
kembali saat aku menyeka airmatanya. Aku
kembali tersenyum. Aku memegang lembut wajahnya kemudian mengecup puncuk kepala
nya, hidung nya, kedua pipinya kemudian bibirnya.
“Aigoo…Jeongmal Bogoshiptaaa!!” Aku memeluknya kembali.
“YA! Igi Mwoya?!” Terdengar suara keras seorang Namja dari
arah pintu masuk.
“Kang In – ah!” Seru ku. Wajahnya terlihat kesal.
“Tega-teganya kalian bermesraan didepan ku!” Ucapnya dengan
suara tinggi dan berjalan kearah kami.
“Ya Neo!” Kini ia melihat ku dengan wajah garang. Aku terdiam
menatap nya.
“Aiiggooo…, Nae chingguuu…. Untunglah kauu baik-baik sajjaa!”
Serunya tiba-tiba sambil memeluk ku. Aku di buat bingung atas sikapnya. Tapi
Taeyeon justru tertawa melihat tingkah nya.
“Ya! Hentikan Kau membuat ku geli! Ngomong- ngomong kau
siapa?” ucap ku menunjukkan wajah bingung. Kulihat kini wajahnya sedikit cemas
namun kemudian ia memukul pelan lengan ku.
“YA! Jangan Bercanda! Tidak mungkin kau lupa pada ku!
Jelas-jelas tadi kau memanggil nama ku. Kau pikir aku bodoh ha?” Aku tertawa
dan pasrah saja saat ia terus menerus memukul mukul pelan badan ku. Beberapa
saat setelahnya kulihat Orang tua ku dan Dokter masuk dan mengunjungi ku.
“Oppa…? Apa kau mencintai ku?”
“Ya. Aku sangat Mencintai mu. Jangan biarkan tangan ini
terlepas lagi.”
-STILL
REMEMBER U END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar