HI! Agvhanny Here! I Hope U Enjoy My Page (~ˇ▿ˇ)~ ~(ˇ▵ˇ~)

Sabtu, 31 Mei 2014

[TAETEUK_FANFIC] STILL REMEMBER YOU PART 2 (TWOSHOOT)




Cast : Leeteuk SJ, Kim Taeyeon SNSD, Kang Sora, Kang In
Author : Agvhanny Ika a.k.a Park yeon young :D XD
Length: Twoshoot
Genre : Drama (Romance, Friendship, and Sad)
Ratting: PG

Yup! Akhirnya jadi juga part 2 nya! Dan ini masih salah satu dari sekian banyak FF Gaje buatan saya… -_- Jadi jgn heran klo critax aneh dan ga jelas. Maaf apabila ada kesamaan dalam judul. Ini murni FF buatan ane ._.v! AND Buat ANTIS SUGEN, di harapkan menghilang dari Blog ini secepatnya :P OK! Hope u like and Enjoy my FF.


                        LEETEUK POV
            “Ka..jima…! Kajimarago!!” Aku membuka mata ku dan tersadar dari mimpiku. Kulihat tangan ku sementara terangkat dan seperti ingin menggapai sesuatu.
“Mimpi buruk!” Aku bangun dan tersadar kalau mataku sembab. Apakah aku menangis? Sudah tiga hari berturut-turut aku bermimpi hal yang sama. Aku menyeka air mataku dan termenung kembali.
‘Mimpi itu benar-benar buruk dan menyedihkan.’ Gumamku lagi. Masih teringat jelas didalam mimpi aku berusaha menggapai tangan seseorang. Namun tangan itu semakin menjauh pergi. Semakin ingin kugapai, Dia semakin jauh. Entah tangan siapa dia, Aku tak dapat mengingat wajah orang yang ingin kugapai itu dan kenapa aku begitu mati-matian ingin menggapai tangan nya. Tapi mimpi itu benar-benar membuat perasaan ku sakit dan terluka. Mungkin itu sebabnya aku sampai menangis.
“Mungkin lebih baik aku minum obat penenang dan kembali tidur.” Aku segera beranjak dari tempat tidurku, menyalakan lampu kamar ku, dan mencari obat penenag ku.
“Ng? Apa ini?” Aku memegang suatu benda yang dingin di laci meja ku. Aku mengeluarkan benda itu dan ternyata itu Handphone ku yang dalam keadaan rusak. LCD HP ku Retak parah dan ada sedikit noda darah.
“Ternyata HP ku masih ada. Tapi sepertinya sudah rusak. Apa masih bisa kuperbaiki?” Aku masih mengamat-amati HP ku yang rusak. Sepertinya kecelakaan ku benar-benar parah, sampai HP ku juga jadi korban.
“Baiklah! Besok akan ku coba membawanya ketempat Service.” Aku memasukkan kembali Handphone ku dan segera meminum Obat penenang ku dan kembali tidur.
Esoknya, dengan berhati-hati aku berjalan menuju Halte Bus. Aku sudah mengingat sedikit jalan menuju halte dan menuju kampus ku. Walaupun terkadang aku lupa, Tapi aku sedikit tertolong dengan petunjuk-petunjuk dijalan. Orang yang pertama kali kutemui ialah Sora. Yeojachinguku.
“Annyeong Sora” Sapaku padanya. Ia sedikit tersentak melihatku. Namun Ia kembali membalas sapaan ku.
“Leeteuk Ssi.., Annyeonghaseo.., Kenapa kau sendiri? Dimana Kang In?” Tanya nya.
“Ah..Aku sengaja berangkat lebih awal darinya. Aku sengaja datang lebih pagi untuk menunggu mu.”
“Pasti ada yang ingin kau bicarakan sampai-sampai menunggu ku?” Tebak Sora. Leeteuk tersenyum kecil.
“Hahah… Anio…, memangnya salah aku menunggu mu disini? Kau kan yeojachingu ku. Yah… setidaknya itu yang kurasakan saat ini.” Ucapku yakin. Walaupun belum ada petunjuk yang pasti kalau Sora adalah yeojachingu ku saat ini, tapi dialah yeoja terakhir yang kuingat. Itu sebabnya aku masih yakin dia adalah yeojachingu ku.
“Ah..ne.” Jawabnya singkat.
“Sebelumnya kita memang sering kekampus bersama kan?” Ucapku meyakinkannya. Ia tak menjawab pertanyaan ku. Kudengar suara deringan handphone miliknya berbunyi.
“Mianhae Leeteuk Ssi… Aku kekelas duluan. Temui aku saat jam kuliah berakhir.” Ucapnya terburu-buru dan segera mengangkat panggilan di HPnya itu.
            AUTHOR POV
Siangnya seusai kuliah, Taeyeon berjalan lemas menelusuri koridor kampus. Matanya menerawang kearah taman belakang kampus. Ia melihat Leeteuk sedang duduk disitu bersama Kang Sora. Ia sedikit terkejut tapi tak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya tertunduk lemas melihat pemandangan itu.
“Oppaa.., sampai kapan kau melupakan ku?” Gumamnya pelan. Namun Ia tak ingin berdiri dan hanya melihat mereka dari jauh. Jadi Taeyeon memutuskan untuk mendengar pembicaraan mereka secara diam-diam.
Sementara itu, Kang Sora sudah memutuskan untuk sedikit berbicara tegas.
“Sebenarnya, ada yang ingin kau ceritakan pada ku kan tadi pagi?” Leeteuk mengangguk.
“Beberapa hari ini aku sering bermimpi sesuatu yang entah apa artinya itu namun selalu membuat perasaan ku tertekan dan sedih.”
“Aku bermimpi sedang berlari di suatu tempat. Aku seperti ingin menggapai seseorang, namun aku tak dapat menggapainya. Semakin aku berusaha mengejarnya, tangan itu semakin menjauh. Orang itu sepertinya sangat membutuhkan ku. Itu sebabnya aku berusaha menggapainya. Tapi tak bisa.” Jelas Leeteuk panjang. Sora mungkin mengerti apa maksud dari mimpi tersebut.
“Lalu… Siapa orang yang ingin kau gapai itu?”
“………., Mollaseo…”Jawab Leeteuk Singkat.
“Tapi aku harap itu bukan kau Sora. Aku tak mau kau meninggalkan ku.” Sora terdiam mendengar kata-katanya.Apa itu sungguh-sungguh dari hati seorang Leeteuk?
“Leeteuk Ssi…, ada yang ingin kutanyakan. Menurut mu. Aku ini siapa mu?” Taeyeon yang sedang mendengarkan secara diam-diam sedikit kaget dengan pertanyaan dari Kang Sora. Namun dia berusaha untuk tetap tenang.
“Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja kau Yeojachingu ku” Jawab Leeteuk sambil tertawa kecil. Namun Sora justru terdiam.
“Lalu… apa kau merasa nyaman bersama ku..?” Kali ini Leeteuk lah yang terdiam. Walaupun dia merasa Sora lah kekasihnya saat ini, namun dia lebih merasa nyaman apabila bersama Kim Taeyeon.
“Mianhae Leeteuk… Kau tak perlu menjawabnya. Dengan begini aku yakin kau sama sekali tak mencintai ku.”Ucap Kang Sora. Leeteuk tersentak kaget begitu pula Taeyeon.
“Ap..Apa maksud..mu Sora..?” Tanya Leeteuk Terbata-bata.
“Mianhae… Jeongmal Mianhae…! Aku tak bisa menyembunyika ini dari mu lagi. Sejak awal kita tidak pacaran. Aku tak ingin menyakitimu.., tapi aku juga tak ingin tersakiti lagi seperti 4 tahun yang lalu saat di SMA. Kau selalu mengatakan bahwa aku kekasih mu, tapi hatimu tak pernah tertuju pada ku.” Mata Leeteuk kini terbuka lebar. Ia seperti mengingat sesuatu.
“So..Sora Eonni… yang benar saja… itu akan membuat oppa semakin sakit.” Gumam Taeyeon dari balik tembok. Ia ingin mengalihkan pembicaraan mereka, tapi  Ia tak mungkin tiba-tiba muncul diantara mereka.
“Mianhae Leeteuk Ssi…, Kalau aku tak mengatakan ini, kau tak akan pernah tau. Aku tak ingin terus diam tanpa berkata apa-apa. Itu sama saja aku membohongi mu lagi dan lagi.” Kang Sora memegang tangan Leeteuk sambil terus meyakinkannya. Leeteuk terus tertunduk dengan wajah bingung dan stress.
“Aku mengerti…, Bisa tinggalkan aku sendiri dulu Kang Sora?” Pintu Leeteuk sambil memijat kepalanya. Kang Sora mengangguk dan meninggalkan Leeteuk. Namun Ia bertemu dengan Taeyeon dibalik tembok. Taeyeon memang sengaja mencegat nya.
“Eonni…, Kenapa kau melakukan ini?” Tanya Taeyeon dengan nada khawatir.
“Kau dari tadi disini?” Taeyeon mengangguk.
“Mian aku menguping.”
“Tidak apa-apa. Mian Taeyeon Ssi.. Aku melakukan ini untuk kebaikannya juga. Tidak mungkin kita menyembunyikan hal ini terus menerus padanya. Akan lebih menyakitkan baginya jika ia mengetahuinya sendiri. Jadi lebih baik kita memberitahukan padanya.” Taeyeon tertunduk Lemas.
“Tapi itu terserah pada mu Taeyeon. Kau bisa terus membimbingnya dengan sabar. Aku juga akan terus membantu nya. Tapi setidaknya beban ku dengan berpura-pura menjadi pacarnya sudah terlepas.” Ucap Kang Sora Mantap.
“Untuk Saat ini dia memang ingin sendiri…, tapi sepertinya kau bisa menemuinya sekarang dan menenangkannya.” Setelah mengucapkan semuanya, Kang Sora berjalan meninggalkan Taeyeon. Memang benar apa yang dikatakan Kang Sora barusan. Tapi Taeyeon tak memiliki keberanian sekarang untuk mengatakan bahwa dia adalah kekasih Leeteuk.
“Oppa…” Panggil Taeyeon dari belakang. Leeteuk menolehnya namun tak berkata apa-apa.
“Waeyo Oppa? Wajah mu pucat. Neo Gwencanna?” Taeyeon segera mengahampirinya dan duduk disebelah Leeteuk. Ia berpura-pura seolah-olah tak mengetahui kejadian barusan.
“Ah.. Ne..! Gwencanna. Apa kau disini sejak tadi?”
            “Annii Oppa” Taeyeon berbohong.
            “Mian…, Aku memang selalu terlihat kacau didepan mu.” Leeteuk tertunduk. Taeyeon Pelan-pelan menyapu punggung Leeteuk.
            “Ne Oppa. Itu bukan masalah buat ku. Apa kau yakin tak apa-apa? Mau ku temani kedokter?” Tanya Taeyeon sekali lagi. Leeteuk menggeleng sambil memaksakan senyumannya.
            “Tak apa-apa. Tak perlu khawatir. Aku akan selalu merasa baik-baik saja ketika kau disini.” Taeyeon menghentikan tangannya menyapu punggung Leeteuk.
            “Sebagai gantinya…, Kau mau menemani ku jalan-jalan sebelum pulang?”
            “Tapi Oppa.., Apa tidak apa-apa? Kalau siang hari jalanan sangat ramai.”
            “Aku kan sudah bilang. Aku akan baik-baik saja kalau kau disamping ku. Aku juga harus melawan rasa takut ku kalau ingin sembuh.” Leeteuk kembali tersenyum. Taeyeon membalas senyumannya.
            “Kalau begitu, ayo kita jalan saja sekarang.” Leeteuk menarik tangan Taeyeon. Taeyeon mengikutinya.
                        LEETEUK POV
            Entah kenapa walaupun aku sempat syok dengan pengakuan dari Sora, tapi aku tak terlalu sedih. Sebaliknya, aku masih penasaran dengan yeoja yang sedang melahap ice cream dengan nikmatnya. Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti dia. Yang selalu ada disaat aku butuh dan selalu membuat ku nyaman.
            “Oppa…? Kau melamun?” Aku mengedip-ngedipkan mata ku saat melihat wajah nya yang sudah ada tepat beberapa centi didepan wajah ku. Ia menatap ku bingung.
            “Ahh… A..annii..”Ucap ku gugup. Entah kenapa tiba-tiba jantung ku berdetak cepat.
            “Apa kau memikirkan sesuatu Oppa? Ice cream mu sudah mulai mencair.” Ucapnya. Kini pandangan ku beralih kearah Ice cream ku. Benar saja yang dikatakannya. Aku segera menyuapi ice cream rasa vanilla dan Strawberry ke dalam mulut ku.
            “Waah… Masita. Kau yang memesankan nya untuk ku kan? Enak sekali” Ucap ku sambil terus melahap Ice cream ku.
            “Ne Oppa. Itukan rasa Ice cream kesukaan mu.” Ucapnya tersenyum. Aku kini menghentikan suapan ku.
            “Taeyeon Ssi…, aku pikir betapa beruntung nya aku menjadi sahabat mu. Sepertinya kau lebih mengerti semua tentang ku. Padahal aku sendiri tidak bisa menjadi sahabat yang baik karna bisa-bisanya aku melupakan mu.” Kulihat ia juga menghentikan suapan ice cream nya. Wajahnya perlahan menunduk. Ah, apakah kata-kataku membuatnya sedih…?
            “Ng..ahaha tapi aku pikir, Lebih beruntung lagi orang yang akan menjadi kekasih mu. Pasti dia akan sangat bahagia memiliki kekasih yang sangat pengertian seperti dirimu” Ucapku berusaha menghibur.
            “Ne Oppa…, aku harap begitu. Aku ingin ke toilet dulu.” Ucapnya tersenyum dan pergi dari hadapan ku. Ia tersenyum, tapi  itu bukan senyuman bahagia. Senyumannya terlihat menyedihkan.
            “DDDRRRTTT!” Aku terkejut dengan getaran Handphone yang ada di atas meja. Handphone itu milik Kim Taeyeon.
            “Wah…, Eommanya memanggil. Apa aku harus mengangkatnya?” Tanya ku ragu. Tapi tak lama setelah itu, Panggilan di handphone itu terhenti. Layar Handphone miliknya masih tetap menyala. Aku melihat Handphone itu tertulis ‘One Missed call’.
            “Ng?” Aku sedikit terkejut tapi bukan karna tulisan one missed callnya melainkan wallpaper di belakannya. Kini ku hilangkan tulisan one missed call itu agar bisa melihat jelas wallpapernya. Dan alangkah terkejutnya aku melihat siapa yang ada di foto itu.
            “Aku… dan Kim Taeyeon? Tapi…” Aku kembali terkejut dengan panggilan masuk yang datang dari eoomanya lagi.
            “Oppa?” Panggilnya. Kulihat wajahnya sedikit terkejut melihat aku memegang Handphonenya.
“Ah Mian, ini Eomma mu memanggil.” Ucapku menyodorkan Handphone miliknya. Ia segera mengambilnya dan mengangkatnya.
            Aku masih terbayang dengan wallpaper miliknya tadi. Aku ingat jelas di foto itu Ia manyandarkan kepalanya di pundak ku sambil tertawa dan aku yang tersenyum disampingnya memegang kamera. Menurutku foto itu tak terlihat seperti foto bersama seorang sahabat melainkan bersama seorang…
            “Oppa…? Oppa…?” Aku kembali tersadar dari lamunan ku.
            “Oppa, Neo gwencahanna??” Aku mengangguk. Dia masih memperhatikan ku.
            “Oppa, apa tadi oppa melihatnya?” Tanyanya dengan wajah yang terlihat cemas. Kulihat Ia sedikit meremas Handphone nya. Aku yakin pertanyaan nya ini pasti berhubungan dengan wallpaper yang kulihat tadi.
            “Lihat Apa?” Tanya ku berpura-pura bingung. Ia terdiam sejenak.
            “Tenang saja, aku tidak lihat isi HP mu kok. Tadi saat pertama kali eomma mu menelpon mu, aku tak berani mengangkat nya. Jadi kubiarkan saja. Tapi ternyata Eomma mu menelpon mu lagi, Jadi aku berniat mengangkat nya, tapi karna kau sudah ada jadi langsung ku berikan.” Wajahnya terlihat lega. sepertinya dia khawatir aku melihat wallpaper itu. Itu sebabnya aku berbohong.
            “Ng, Oppa… tadi eomma menelpon ku dan menyuruh ku pulang segera. Tapi aku bisa menemani mu 5 menit la..”
            “Tidak perlu…, Tak apa-apa. Kau pulang saja duluan. Aku masih ada keperluan sebentar. Ng, Kau bisa menolong ku menelpon Kang In? Soalnya aku ada janji untuk bertemu dengan nya hari ini.”
            “Ah, Ne Oppa… Tapi kau yakin taka pa-apa?” Tanyanya lagi dengan wajah cemasnya. Aku tersenyum meyakinkan nya.
            “Ne.” Akhirnya Ia mengambil Handphone nya dan segera menelpon Kang In.

                        -Satu Jam setelah itu…
            “Ini..!” Aku menerima Chip memory HP ku.
“ Mereka bilang Handphone mu akan jadi 7 hari lagi. Mereka harus memperbaiki LCD, Mengganti Body Handphone mu dan memperbaiki dalam nya.” Jelas Kang In. Aku mengangguk.
“Baiklah. Terima Kasih atas bantuan mu.” Kang In mengangguk.
Setiba ku dirumah, aku segera memasuki kamar ku, Mencari Card ridder ku dan memasukan chip memory ku. Aku mengklik folder yang tertulis ‘Photos’ dan dengan cepat folder itu terbuka. Alangkah kagetnya aku saat melihat isi folder  foto itu. Begitu banyak Fotoku bersama Kim Taeyeon. Kedekatan kami di foto itu terlihat bukan sebagai sahabat, tapi sebagai kekasih.
“Kim Taeyeon… adalah… Kekasih ku?” Aku terdiam saat melihat fotonya yang mencium pipi ku gemas dan aku yang tertawa di sebelahnya.
“Bagai…mana mungkin, aku.. bisa melupakan Kekasih ku sendiri?” Ucapku putus asa. Aku tertunduk lemas. Aku dapat merasakan air mata ku menetes. Aku sedih karna biarpun aku melihat fotonya bersama ku, aku masih tetap tak dapat mengingatnya. Kepala ku sakit! Dadaku sesak! Mungkin itu sebabnya dia selalu terlihat ingin menangis apabila disamping ku. Betapa jahatnya aku.
            AUTHOR POV
“Ne Eomma, aku sudah membeli apa yang aku pesan tadi, setelah ini aku pulang.” Ucap Taeyeon mengakhiri pembicaraannya di telpon.
“Huuf, Aku khawatir dengan Leeteuk Oppa, apa dia baik-baik saja?” Ucap taeyeon dalam hati. Ia kembali mengambil Handphone nya dan mengetik nomor telpon rumah milik Leeteuk.
“Keluarga Lee disini” Jawab seorang wanita paruh baya dari seberang.
“Annyeong Eomma nim, ini aku Taeyeon.”
“Taeyeon Ssi….! Aigoo kebetulan sekali. Aku baru akan menelpon mu. Tapi, Apa Leeteuk menelpon mu? Atau pergi menemui mu?” Taeyeon terdiam mendengar pertanyaan itu.
“Anio Eomma nim. Waeyo?” Tanya Teyeon bingung.
“Aiiggoo…, Eotokae. Barusan 10 menit yang lalu Leeteuk Keluar dari rumah seperti tergesa-gesa. Aku menahan nya keluar karena melihat wajahnya sedikit pucat. Tapi ia tampak marah saat aku menahan nya. Ia berseru seperti orang stress dan bilang jangan menghalanginya untuk pergi menemui Taeyeon.” Wajah Taeyeon seketika itu terlihat pucat. Dan matanya membulat.
“Aku berharap dia menelpon mu karna aku sempat menyelipkan Nomor mu di kantong jacketnya. Aku takut kalau memaksanya tinggal, dia akan lebih stress lagi. Jadi aku yakin hanya kau yang bisa menenangkan nya kembali ”
“Baiklah Eomma, aku juga akan menelpon Kang In Oppa untuk membantu ku mencari nya.” Seru Taeyeon terburu-buru.”
“Ne.. Ayah Leeteuk juga belum pulang kerja. Aku harap dia baik-baik saja.” Taeyeon mengangguk dan mengakhiri pembicaraan nya.
“Bagaimana bisa Leeteuk Oppa dengan nekat nya ingin menemui ku? Apa dia sudah mengingat arah kerumah ku? Atau jangan-jangan…?” Taeyeon mempercepat langkahnya.
“Oppa… Eodiga?” Tanya Taeyeon saat menelpon Kang In.
“Aku lagi di Mini market dekat rumah ku. Waeyo Taeyeon?”
“Oppa.. Kumohon, Bantu aku menemukan Leeteuk Oppa. Rumah mu tidak jauhkan dari rumahnya? Dia sepertinya sedang stress dan nekat ingin menemui ku. Aku takut ia sudah mengingat semuanya dan malah membuat nya stress seperti itu.” Ucap Taeyeon dengan suara sedikit bergetar.
“Baiklah. Kau tenang dulu. Apa ada petunjuk lain dimana dia sekarang?” Tanya kang In menenagkan Taeyeon.
“Yang aku tau, dia baru saja keluar dari rumah 10 menit yang lalu. Ibunya yang mengatakannya pada ku. Mungkin dia sedang menuju halte bus.”
“Ok! Aku akan mencarinya di halte bus. Kebetulan Mini market ini tak jauh dari Halte bus.” Seru Kang in dan segera mengakhiri obrolan mereka.
Kang In melihat di sekitar nya, mencari sosok Leeteuk. Ia berlari-lari kecil sambil terus mengamat-amati sekitarnya. Sedangkan Taeyeon dengan cepat mencari taksi untuk pergi menemui Kang In. Ia meramas-ramas tangannya cemas. Beberapa menit setelah itu, Taeyeon mendapat panggilan dari Kang In. Dengan cepat dia langsung menjawab nya.
“Oppa, bagaimana?!” Tanya Taeyeon Khawatir.
            “Tenang lah. Aku sudah menemukan nya. Seperti dugaanmu, dia memang lagi di Halte bus sedang menunggu Bus yang datang. Dia sepertinya kacau sekali. Aku harap kau cepat datang kemari.”
            “Aku mengerti Oppa. Aku sedang dalam perjalanan ke situ.”
                        15 Menit kemudian…
            Dari kejauhan Taeyeon dapat melihat Kang In dan Leeteuk yang berada di Halte bus yang ada disebrang jalan. Ia dengan segera menghentikan Taksi yang dinaikinya dan segera keluar. Ia begitu khawatir dengan keadaan Leeteuk.
            “OPPA!” Seru Taeyeon dari seberang yang membuat Kang In berdiri. Namun tidak untuk Leeteuk. Ia tetap duduk membungkuk dengan wajah stress nya tanpa melihat kearah Taeyeon.
            “Tunggu aku Leeteuk Oppa!” Gumam Taeyeon segera menyebrangi zebra cross.
“TIIIIITTTTT!!!!!” Tiba-tiba saja Cahaya terang dari sebuah mobil menyinari nya dan sebuah klakson mobil panjang membuatnya tersentak kaget.
“BRUK!”
            LEETEUK POV
“OPPA!” Kudengar dia memanggil kami dari seberang. Aku sedikit tersentak tapi aku tetap tak bisa melihatnya. Kurasa Kang In berdiri dan sedikit melambai padanya. Mungkin kah dia akan marah pada ku karna telah melupakan nya?
“Tidak! Aku harus minta maaf padanya!” Aku kini berniat untuk menhampirinya tapi…
“TIIIIIITTTTT!!!!!” Bunyi klakson panjang dari sebuah mobil membuat ku tersentak kaget. Kulihat saat itu Taeyeon tepat berada di tengah jalan sedang berlari kearah kami. Mata ku terbuka lebar. Aku harus segera menolongnya tapi kaki ku tak bisa melangkah. Kaki ku lemas dan kepala ku pusing sekali.
“BRUK!” Aku terduduk lemas sambil terus memegang kepala ku. Tiba-tiba saja semua kejadian saat kecelakaan dulu terlintas di kepala ku. Pandangan ku mulai kabur. Namun saat aku mulai ambruk, Aku merasakan seseorang memeluk ku. Tubuh yang memeluk ku kecil dan dingin.
“OPPA!! Kau baik – baik saja?!! OPPA??!! OPPA?!!” Seru suara seorang yeoja yang tak asing bagiku. Apa ini suara Taeyeon kekasih ku?
“Kau…baik-baik saja? Taeyeon ah?” Tanya ku lemas.
“Aku baik-baik saja. Aku tidak celaka maupun lecet. Oppa, Kumohon bangun lah!!” Aku tersenyum mendengarnya. Kurasakan beberapa tetes air jatuh kepipi ku. Lagi-lagi dia menangis karna aku. Perlahan-lahan aku mulai merasa kesadarn ku mulai hilang.
“Uljima…Taeyeon.”
            TAEYEON POV
Aku terkejut mendengar bunyi klakson mobil yang panjang itu. Mobil itu melaju dengan sangat cepat namun aku mujur karna mobil itu kini berhenti tepat didepan ku. Namun pandangan ku kini beralih kearah Namja yang ada didepan ku.
“YA!! KAU MAU MATI??!” Maki orang yang membawa mobil itu, namun aku tak memperdulikan makian nya itu. Aku segera berlari lagi kearah Namja itu dan segera memeluknya saat dia akan ambruk.
“OPPA!! Kau baik – baik saja?!! OPPA??!! OPPA?!!” Seru ku Panik sambil menangis.
“Kau…baik-baik saja? Taeyeon ah?” Tanya nya lemas. Ia memegang lembut wajah ku. Aku benar-benar tak kuat melihat ini.
“Aku baik-baik saja. Aku tidak celaka maupun lecet. Oppa, Kumohon bangun lah!!” Ucap ku meyakinkannya. Aku memegang tangan nya dan tangis ku semakin keras.
“Uljima…Taeyeon.” Kata-kata terakhirnya sebelum akhirnya dia benar-benar pingsan. Aku tak ingin hal yang buruk itu terjadi lagi. AKu tak ingin dia melupakanku lagi untuk selamanya. Lebih baik aku mati saja dari pada harus menderita seperti ini. Aku terus menangis sambil terus memeluk tubuhnya yang dingin.
            LEETEUK POV
“Kajima…! Kajima! Jebal..! Dorawa...! Kim Taeyeon!!” Aku tersentak kaget dan segera membuka mata ku.
“Lagi-lagi mimpi itu.” Cahaya matahari yang terang telah menyinari ruangan asing tempat aku berbaring. Aku beranjak bangun namun aku tersadar bahwa tangan kanan ku terasa berat. Aku melihat apa yang membuat nya berat dan seketika itu juga air mata ku mengalir. Yeoja bertubuh kecil itu sedang tertidur sambil memegang erat tangan ku.
“Taeyeon ah…”Gumam ku pelan sambil menahan rasa haru ku. Kini aku mengerti arti mimpi ku itu. Dialah yeoja yang ingin sekali kugapai. Walaupun aku berusaha menggapainya, namun tak berhasil. Tapi pada kenyataannya dialah yang berhasil menggapai tangan ku.
Aku membelai lembut rambut dan pipinya. Sontak hal itu membuatnya terbangun.
“Oppa?? Kau sudah…”Ia tak meneruskan kata-katanya. Kulihat matanya berkaca-kaca.  Aku mengangguk sambil terus memegang lembut pipinya dan sesekali menghapus airmata nya yang jatuh.
“Ne…Aku sudah bagun. Ini aku Taeyeon. Bogoshipeo.” Ucapku dan segera memeluknya. Aku kini menagis didalam pelukannya. Begitupun juga dia.
“Mianhae! Jeongmal Mianhae karna sudah melupakan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku, yaitu dirimu. Kau pasti sering terluka karna aku. Mianhae! Aku juga melupakan janji ku untuk terus mencintai mu” Ucapku berulang – ulang sambil mempererat pelukan ku. Ia mengangguk dan terus menangis.
“Gwencanna Oppa…, yang penting sekarang kau kembali mengingat ku, Itu saja sudah cukup buat ku.” Ucapnya yang membuat ku sedikit merasa tenang. Aku bersyukur kini ingatan ku kembali. Aku melepaskan pelukan ku dan menatapnya. Ia tersenyum melihat ku sambil berusaha menghentikan tangis nya. Ia juga menyeka airmata yang jatuh di pipiku. Aku tersenyum melihat nya dan sekarang giliran ku menyapu airmatanya.
“Mian Oppa..,Aku benar-benar terharu.” Ucapnya dan menangis kembali saat aku menyeka airmatanya.  Aku kembali tersenyum. Aku memegang lembut wajahnya kemudian mengecup puncuk kepala nya, hidung nya, kedua pipinya kemudian bibirnya.
“Aigoo…Jeongmal Bogoshiptaaa!!” Aku memeluknya kembali.
“YA! Igi Mwoya?!” Terdengar suara keras seorang Namja dari arah pintu masuk.
“Kang In – ah!” Seru ku. Wajahnya terlihat kesal.
“Tega-teganya kalian bermesraan didepan ku!” Ucapnya dengan suara tinggi dan berjalan kearah kami.
“Ya Neo!” Kini ia melihat ku dengan wajah garang. Aku terdiam menatap nya.
“Aiiggooo…, Nae chingguuu…. Untunglah kauu baik-baik sajjaa!” Serunya tiba-tiba sambil memeluk ku. Aku di buat bingung atas sikapnya. Tapi Taeyeon justru tertawa melihat tingkah nya.
“Ya! Hentikan Kau membuat ku geli! Ngomong- ngomong kau siapa?” ucap ku menunjukkan wajah bingung. Kulihat kini wajahnya sedikit cemas namun kemudian ia memukul pelan lengan ku.
“YA! Jangan Bercanda! Tidak mungkin kau lupa pada ku! Jelas-jelas tadi kau memanggil nama ku. Kau pikir aku bodoh ha?” Aku tertawa dan pasrah saja saat ia terus menerus memukul mukul pelan badan ku. Beberapa saat setelahnya kulihat Orang tua ku dan Dokter masuk dan mengunjungi ku.
“Oppa…? Apa kau mencintai ku?”
“Ya. Aku sangat Mencintai mu. Jangan biarkan tangan ini terlepas lagi.”
           
                                                -STILL REMEMBER U END-
 



Rabu, 07 Mei 2014

[TAETEUK_FANFIC] STILL REMEMBER YOU PART 1 (TWOSHOOT)




Cast : Leeteuk SJ, Kim Taeyeon SNSD, Kang Sora, Kang In
Author : Agvhanny Ika a.k.a Park yeon young :D XD
Length: Twoshoot
Genre : Drama (Romance, Friendship, and Sad)
Ratting: PG

Wookhae, Kali ini saya mau coba buat Leader Story :D. Ini adalah salah satu dari sekian banyak FF Gaje buatan saya… -_- Jadi jgn heran klo critax aneh dan ga jelas. AND Buat ANTIS SUGEN, di harapkan menghilang dari Blog ini secepatnya :P OK! Hope u like and Enjoy my FF.





Oppa…, Apa kau mencintai ku?”


                  -Di sebuah Universitas-
                        AUTHOR POV
            “Taeyeon –ah!!” Panggil Seorang Namja  berambut kecoklatan kepada seorang Yeoja berambut panjang sebahu yang baru saja akan memasuki gerbang kampus. Yeoja yang dipanggil tak berbalik melainkan terus berjalan santai memasuki area kampus.
            “Taeyeon – ah!” Panggilnya lagi dengan segera merangkul Yeoja tersebut. Yeoja itu tersentak kaget dan melepas headshet putih yang dipakainya.
            “Ya Leeteuk Oppa! Kau membuat ku kaget!” Serunya sambil mencubit kecil pinggang Namja itu.
            “Auw! Aku memanggil mu dari tadi, tapi kau tak mendengar panggilan ku. Ternyata kau memakai headsehet. Hufft! Lain kali jangan seperti itu. Berbahaya!” Ucap Leeteuk sambil menyapu-nyapu cepat kepala Taeyeon.
            “Aw… Oppa! Rambut ku berantakan. Memang apa bahayanya kalau mendengarkan lagu melalui headsehet.” Ucap Taeyeon  memperbaiki rambutnya yang kusut.
            “Yah… Bahaya saja! Siapa tau kau bisa menabrak sebuah tiang listrik karna terlalu asyik mendengarkan lagu.” Ucap Leeteuk sambil tertawa kecil. Kembali lagi sebuah cubitan kecil mendarat dipinggang Leeteuk.
            “Aiggooo…Sikap ngambek mu semakin membuat ku gemas…!” Ucapnya dan kembali mengacak-acak rambut Taeyeon kembali.
                        LEETEUK POV
            Aku memperhatikan Yeojachingu ku yang sedang memperbaiki rambutnya dengan wajah ngambeknya. Wajahnya yang kecil serta matanya yang bulat dan indah itu membuat ku tak berhenti memperhatikannya. Aku masih tak percaya dia kini menjadi Yeojachingu ku setelah 3 tahun bertepuk sebelah tangan karna menyukainya.
            “Wae Oppa? Kenapa kau melihat ku terus?” aku tersadar dari lamunan ku. Aku tersenyum.
            “Karna kau sangat cantik, makanya aku menatap mu.” Kulihat wajahnya memerah. Dan aku pun tertunduk malu.
            “Annyeonghaseo” Sapa seseorang dari belakang. Aku mengenal suara ini.  Taeyeon yang disampingku berbalik dan segera menyapanya.
            “Annyeong Sora…” Ucap Taeyeon tersenyum. Dan kini aku yang tersenyum menatapnya. Jujur saja Aku sering merasa bersalah ketika mereka berdua bertemu. Kang Sora adalah Mantan kekasih ku saat SMA dan Sekarang mereka berteman Baik. Taeyeon juga tau akan hal itu.
            “Oppa…, Kenapa berdiri disitu? Ayo masuk” Ajak Taeyeon menarik lengan ku. Baiklah, itu masa lalu dan kurasa Taeyeon sudah tak terlalu memikirkannya juga. Lagipula Sora sudah mempunyai kekasih yang kini magang di busan.
            “Taeyeon-ah, hari ini…” Aku menggantungkan kata-kata ku. Aku melihat ia tersenyum.
            “Aku Ingat oppa… tenang saja. Tunggu aku di taman belakang kampus.” Ucapnya. Aku menyapu pelan kepalanya. Ternyata dia ingat kalau hari ini tepat 2 tahun hari jadian kami.
            “Wah…, aku iri pada kalian yang selalu mesra. Sedangkan aku harus Long Distance.”Ucap Sora mencolek Taeyeon. Taeyeon kini tersipu malu.
                        -Pulangnya-
                        TAEYEON POV
            Seperti yang dijanjikan, sepulang sekolah aku segera menuju ke arah taman belakang. Dari kejauhan aku bisa melihat Namjachingu ku dengan rambut coklatnya sedang duduk sambil mendengarkan sebuah lagu melalui Headshet.
            “Dia melarangku mengunakan headshet, tapi di juga seperti itu. Huffftt!” Gumam ku. Kini aku berjalan mengendap-endap dan berjalan kearah belakang.  Setelah tepat dibelakangnya, aku menutupi matanya dengan segera.
            “Taeyeon ah… Jangan bercanda” Ucapnya segera.
            “Cih! Kenapa Oppa tau? Tidak seru ah!” Ucapku pura-pura ngambek. Ia tertawa kecil dan menarik ku untuk duduk disebelahnya.
            “Memangnya Siapa lagi yang akan melakukan ini? Kang Sora?” Ucapnya Iseng. Aku kini mengembungkan Pipi ku. Dan Ia mencubit pelan pipiku.
            “Aw!” Jeritku sambil memegang pipiku. Kini aku menyandarkan kepalaku di bahunya.
            “Oppa…” Panggilku pelan.
            “Ne?” Jawabnya singkat. Aku dapat merasakan kepalanya sedikit bersandar diatas kepalaku.
            “Oppa…,Apa kau mencintai ku?” Tanya ku. Kurasakan ia memegang tangan ku.
            “Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?”
            “…Anii.., Hanya saja aku sering merasa takut kalau sampai opaa tak mencintai ku lagi. Aku.. Merasa Oppa akan hilang.
            “Ahaha Jangan berpikir seperti itu. Aku akan selalu ada disamping mu. Mencintaimu dan menyayangi mu. Bahkan saat kita terlahir kembali, aku akan selalu mencintai mu.” Ahh.. rasa-rasanya aku ingin menagis mendengar kata-katanya itu. Aku semakin erat memegang tangannya.
            “Lalu…Bagaimana dengan mu?” Aku segera mengangkat sandaran kepala ku.
            “Tentu saja Oppa. Aku menyukai mu Sejak SMP.” Ucapku tegas. Kulihat ia tersenyum. Ya Aku selalu menyukainya sejak pertama bertemu dengannya waktu SMP.
            “Hahaha… Seharusnya itu kata-kataku. Kau pikir siapa Yeoja yang membuatku bertepuk sebelah tangan sampai 3 tahun.” Katanya yang mengingatkan ku kembali pada masa lalu. Leeteuk Oppa adalah Sunbae ku sewaktu SMP. Ia begitu baik sehingga membuat ku terus menyukainya.
            “Tapi Oppa…, Kalau kau sugguh-sungguh saat itu, kenapa kau justru berpacaran dengan Sora Eonni?”
            “Bukannya dulu aku pernah bilang padamu? Aku pacaran dengannya karna teman-teman sekelasku berpikir aku menyukainya. Aku terpaksa menerimanya karna tak ingin melukai perasaannya.” Jelasnya.
            “Tapi Opaa… Justru karna itu, kau justru menyakiti nya.” Kulihat Leeteuk sedikit menunduk.
            “Kau benar Taeyeon. Itu sebabnya hingga sekarang aku merasa bersalah padanya. Untungnyanya dia tau dan bisa mengerti aku. Aku senang.” Entah kenapa tiba-tiba aku sedikit kesal mendengar ini.
            “Memangnya aku kurang pengertian, oppa?” Tanya ku dengan nada sedikit kesal. Ia tertawa kecil kemudian menjawab pertanyaan ku.
            “Tentu saja kau juga yeoja yang pengertian. Yahh.. Walaupun sifatmu lebih aneh darinya.” Ucapnya menggodaku. Aku dan dia memang sering disebut pasangan aneh, entah apa alasan nya.
            “Mwo? Ya Oppa, memangnya kau tidak aneh?” Gerutu ku. Kini Ia merangkulku.
            “Ya, Jangan marah padaku. Saat aku berpacaran dengan Sora, kau juga berpacaran dengan teman ku kan? Aigoo.. Aku betul-betul patah hati saat itu. Sampai berpikir untuk menyerah mengejarmu. ” Aku segera melepaskan rangkulannya. Jujur saja aku tak ingin membahas masa lalu itu. Masa lalu yang menyakitkan.
            “Menyerah padaku dan mencoba mencintai Kang Sora? Oppa! Aku mau pulang saja!” Ucap ku berdiri dan pergi meninggalkannya.
            “Ya… Taeyeon-ah! Aku kan tidak bilang begitu…!” Serunya memanggilku. Aku tak memperdulikan seruannya dan tetap berjalan cepat menuju gerbang pintu. Aku ingin bilang kalau saat itu aku juga terpaksa menerima Namja yang merupakan teman nya karna tak sanggup melihatnya dengan Sora Eonni. Tapi kalau aku bilang seperti itu, maka masalah ini akan berlanjut. Aku tak mau.
            “Taeyeon-ah…! Itu Masa lalu. Apa kita harus bertengkar hanya karna masalah ini? Taeyeon ah!” Panggilnya lagi. Aku semakin mempercepat langkah ku menuju jalan belakang kampus.
            “Mian Oppa. Aku tak ingin berdebat dengan mu.” Iseng-Iseng aku memasangi Headshet ditelinga ku dan mengeraskan Volume lagu agar tak mendengar suaranya. Aku memang Egois dan tak mau kalah saat berdebat. Itu sebabnya aku memilih untuk mendiaminya saat ini. Saat Emosiku redah barulah aku bisa bicara dengan baik.
            Tanpa memperhatikan sekitar, aku terus berjalan cepat dan segera memotong jalan yang sepi. Namun tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang mendorongku dengan kuat dari arah belakang hinggah tubuh ku terhempas. Tas ku jatuh dan headshet ku terlepas.
            “BRUUKK!!!” Aku segera menoleh kearah belakang dan melihat apa yang terjadi. Seketika itu juga mata ku membulat dan badan ku lemas. Aku berdiri dan berjalan pelan kearah Leeteuk Oppa yang kini di kerubuni oleh beberapa orang yang hendak menolong.
            “Oppa!” Seru ku. Namun Suara ku seolah-olah tak keluar. Air mata ku perlahan-lahan menetes. Aku memegang pipinya yang bergelinang darah. Ya Tuhan! Ini salah ku. Kalau saja aku tak bersikap egois. Kalau saja saat itu aku mendengarkannya pasti aku..
            “Bangun Oppa! Kumohon! Bangun Oppa!” Aku merangkul tubuhnya kepangkuanku. Kini setengah tubuhku sudah dipenuhi darah. Namun aku tak perduli. Aku menangis sejadi-jadinya sambil memeluknya. Samar-samar aku mendengar Suara Ambulance datang menuju arah kami.
            Oppa… Maafkan aku…”
                        -3 Minggu Kemudian-
                        AUTHOR POV
            Leeteuk Dinyatakan Koma setelah kejadian tersebut. Ia mengalami Geger Otak ringan dan kehilang kesadaran. Taeyeon setiap hari mengunjunginya dan menemaninya. Berharap Namjachingunya cepat tersadar dari koma.
            “Bagaimana Keadaan Leeteuk sekarang?” Tanya Kang Sora saat berjalan bersama-sama Taeyeon Sepulang dari kampus.
            “Keadaan Oppa semakin membaik. Tadi pagi saat mengunjunginya, Dokter bilang dia sering mengigau pelan. Tapi belum dipastikan kapan Ia akan sadar sepenuh nya” Ucap Taeyeon tertunduk. Sora yang sedih melihat keadaan Taeyeon segera menghiburnya.
            “Jangan sedih begitu. Aku yakin Leeteuk akan segera sadar. Aku juga ingin mengunjunginya sebentar. Bolehkan?” Taeyeon mengangguk sambil tersenyum.
            “Dddrrrttt” Tiba-tiba saja Handphone Taeyeon bergetar. Ia sedikit terkejut melihat siapa yang memanggilnya.
            “Yeoboseo…” Jawabnya.
            “Taeyeon-ah.., Cepat kerumah sakit. Leeteuk sudah sadar.” Taeyeon yang mendengar itu langsung terduduk lemas. Sora segera menopangnya.
            “Ne…! Aku akan segera kesana” Ucap Taeyeon sambil menyeka air matanya.
            “Eonni… Ayo kita kerumah sakit!” Ajaknya. Sora tersenyum dan mengangguk.
                        -Di Rumah Sakit-
                        TAEYEON POV
            Aku berjalan cepat dan ingin segera mendapati ruang tempat Namjachingu ku dirawat.
            Dan saat sampai, aku melihat Orang tua Leeteuk Oppa beserta dokter dan sahabatnya Kang In, berdiri di sisi kirinya. Aku juga melihat Oppa yang bersandar sambil melihat kearah luar jendela dengan luka perban dikepalanya. Aku ingin sekali menangis dan memeluknya.
            Orang tua Leeteuk Oppa menatapku. “Dia Baru sadar dan belum bicara apa-apa”
            “Oppa…” Panggilku pelan sambil menahan tangis. Ia berpaling dan menatapku. Ia tak segera menjawab. Sora Eonni segera memegang tangan ku. Kulihat Oppa memegangi kepalanya. Wajahnya terlihat seperti kebingungan dan panik. Dokter segera berdiri disampingnya.
            “Ada apa Leeteuk?” Tanya dokter. Namun Leeteuk tak menjawab. Ia menatap satu persatu kami yang ada dan terakhir Ia menatapku dan Sora Eonni. Ia menatap kami lama. Dan perlahan ia mengankat tangan kanannya.
            “Untunglah kau selamat…” Ucapnya menarik tangan Kang Sora dan memeluknya Erat. Aku dan seisi ruangan di buat kaget, bingung dan panik.
            “Untunglah Kau baik-baik saja. Tidak tertabrak mobil Kang Sora.” DEG! Apa maksudnya ini. Jantung ku berdetak cepat.
            “Lee..Leeteuk, Kau salah Orang.” Ucap Sora Eonni berusaha melepaskan pelukan dari Leeteuk Oppa.
            “Iya Leeteuk. Seharusnya kan kau memeluk Kim Taeyeon.” Sambung Kang In Oppa. Kini kulihat dia memegan kembali kepalanya.
            “Kim Taeyeon? Nu..Nugu ya?” Tanyanya dengan tampang yang bingung.
            “Ya.. Jangan bercanda. Dia itu Kim Taeyeon. Bagaimana bisa kau melupakan kekasih mu sendiri? Jangan bercanda.” Seru Appa Leeteuk sambil menunjuk kearah ku.
            “Ke..kasih…? Bukan nya Kekasih ku itu Kang Sora…?” Lagi-lagi pernyataan itu membuat kami kaget. Hatiku seperti teriris-iris mendengar pernyataan itu. Bagaimana bisa dia tak mengingatku sama sekali.
            “Oppa…Ini aku.. Kim Taeyeon…” Ucapku lirih menahan tangis. Namun Ekspresi kebingungan kembali terpancar di wajahnya.
            “Ya… Leeteuk. Kau masih mengingatku kan?” Seru Kang In sedikit kesal.
            “Aku…Tak begitu ingat. Tapi aku yakin kau teman ku yang bernama Kang In.” Ucapnya lagi.
            “Kalau Orang Tua mu? Kau Ingat?” Leeteuk Oppa mengangguk. Lalu ia menunjuk kearah ku.
            “Maaf… Aku benar-benar tak bisa mengingat wajah nya. Walau pun namanya pernah kudengar, Tapi itu… sepertinya sudah lama sekali dan sangat jauh.” Lagi-lagi aku terpukul mendengar pernyataan nya itu. Kini Dokter segera bertindak. Ia menyuruh kami keluar dan akan segera memeriksanya kembali.
            “Wae Oppa…?” Seru ku dalam hati. Kini air mata ku kembali menetes.
                        AUTHOR POV
            Setelah pemeriksaan yang memakan waktu  45 menit itu, Akhirnya Dokter memanggil kami.
            “Seperti yang pernah kukatakan dulu. Leeteuk mengalami geger otak ringan. Mungkin itulah sebabnya dia mengalami Amnesia ringan.
            “Amnesia… Ringan?” Tanya ku tak percaya. Dokter mengangguk
            “Dia memang kehilangan beberapa ingatan di masa lalunya. Tapi itu tidak permanen. Perlahan-lahan dia pasti akan mengingatnya kembali. Namun, Jangan mencoba untuk mendesak atau memaksanya mengingat kembali ingatannya. Itu bisa membuatnya Stress, Sakit Kepala yang luar biasa, dan Parahnya mungkin dia bisa Amnesia akut.” Taeyeon menutup mulutnya tak percaya. Kini Dokter menatap Taeyeon dan Kangsora.
             “Kau yang bernama Kim Taeyeon?” Tanya dokter. Taeyeon mengangguk pelan.
“Mungkit ini sulit untuk mu. Aku rasa Leeteuk memang melupakan wajah atau Nama mu. Tapi seperti nya dia tak melupakan kenangan kalian. Dan sepertinya dia begitu memikirkan mu sehingga akhirnya dia justru melupakan mu akibat syok yang terjadi saat kecelakaan.” Taeyeon kini kembali menangis. Kini Kang Sora membujuknya dengan merangkulnya.
            “Lalu mengenai Kang Sora…, Sepertinya Kau harus sering berada disampingnya untuk perlahan membuka memorinya tentang Kim Taeyeon, karna dia salah mengartikan mu sebagai Kim Taeyeon. Apa dulu kau pernah mejalin hubungan dengannya?” Kang Sora mengangguk.
            “Baiklah.. Kini semua sudah jelas. Aku minta bantuan kalian semua untuk membantu pasien mengingat semuanya lagi. Kalian Boleh mengunjunginya lagi. Waktu kunjungan masih ada 3 jam.” Ucap dokter lagi.
            “Taeyeon…., Apa kau ingin mengunjunginya lagi? Kami akan menunggumu di luar. Mungkin kalian butuh waktu untuk saling berkenalan kembali.” Ucap Eomma Leeteuk. Taeyeon mengangguk. Ia menyeka air matanya dan memasuki ruang tempat Leeteuk dirawat.
            “A..annyeong Oppa..” Panggil Taeyeon gugup. Leeteuk memandanginya.
            “Ah.. kau. Kemana yang lain?” Tanyanya sambil melihat kearah pintu.
            “Hmm.., Mereka masih ada sedikit urusan dengan dokter, jadi mereka menyuruh ku masuk terlebih dahulu. Bagaimana Keadaan mu Oppa?” Tanya Taeyeon dan berusaha mencairkan suasana yang tersa kaku.
            “Baik. Apa yang dokter katakan?” Tanya Leeteuk Tanpa basa basi. Taeyeon sedikit tersentak kaget. Ia bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya.
            “Ng.. Dokter bilang Oppa hanya mengalami… Amnesia ringan. Tapi itu akan sembuh secara perlahan-lahan. Kami akan membantu mu mengingatnya. Aku juga akan membantu mu semampuku” Ucap Taeyeon apa adanya.
            “Pantas saja aku seperti kehilangan sesuatu, tapi aku tidak bisa mengingatnya. Aku sangat tertolong sekali. Padahal aku tak mengingat mu, tapi kata-katamu membuatku nyaman. Semoga saja aku bisa sembuh dan bisa mengingatmu kembali. Kim…” Leeteuk menggantungkan kata-katanya. Sepertinya Ia kembali lupa dengan nama Taeyeon.
            “Kim Taeyeon. Jaeneun Kim Taeyeon Imnida Oppa.” Ucapnya dengan suara serak seakan mau menangis.
            “Ah ya! Kim Taeyeon! Aku akan mengingatnya.” Senyum Leeteuk membuat Taeyeon tak sanggup menahan air matanya lagi. Ia segera pamit dan keluar dari ruangan. Taeyeon mencari tempat yang sunyi dan menangis sejadi-jadinya.
            “Apakah ini pelajaran buatku yang sering egois dihadapan Leeteuk Oppa?” Gumam Taeyeon sambil terus menangis.
                        AUTHOR POV
            Setelah 3 hari terbangun dari koma, Keadaan Leeteuk kini semakin membaik. Walaupun Ia masih harus dibantu dengan Kursi roda saat ingin keluar.
            “Kesehatan mu sudah membaik. Lusa kau sudah boleh pulang ke rumah. Tapi kau harus beristirahat kembali di rumah dan bisa melanjutkan kuliah apabila keadaan mu sudah benar-benar pulih.” Ucap dokter. Leeteuk mengangguk. Saat itu Leeteuk hanya ditemani Eomma dan Kang Sora. Sudah Dua hari ini Kang Sora ikut menemani Leeteuk. Semua itu demi menolong Leeteuk mengingat kembali Memorynya yang hilang. Sedangkan Taeyeon hanya pasrah menjadi orang ketiga.
            “Sora…, dimana Taeyeon?” Bisik Eomma Leeteuk.
            “Ah, Dia dalam perjalan kemari.” Sora tau Ibunya Leeteuk lebih menyetujui hubungan Taeyeon dan Leeteuk daripada Hubungannya dengan Leeteuk dulu.
            “Sora…, Aku ingin jalan-jalan sebentar. Bisa kau temani aku?” Sora hanya mengangguk pelan.
            “Leeteuk. Kenapa kau tidak menunggu Taeyeon saja? Sebentar lagi dia akan kemari” Sambung Ibu Leeteuk.
            “Waeyo Eomma-ni? Kang Sora adalah Yeojachingu ku. Jadi apa salahnya dia yang menemani ku? Kenapa harus Taeyeon? Dari kemarin Eomma selalu menyuruh ku bersamanya. Padahal ada Kang Sora disini.” Kata Leeteuk dengan nada yang sedikit kesal. Kang Sora dan Ibu Leeteuk tersentak kaget.
            “Aa..igoo.. Anak ini… Justru Taeyeonlah..,” Kata-kata ibu Leeteuk terputus setelah menyadari Taeyeon sudah berada di pintu. Taeyeon menunduk memberi hormat. Leeteuk menatapnya datar.
            “Sora…, Ayo temani Leeteuk keluar.” Paksa ibunya Leeteuk dan ia segera menghampiri Taeyeon dan mengajaknya masuk. Setelah Leeteuk keluar, barulah mereka bicara.
            “Taeyeon-ah…, Apa kau mendengar perkataannya tadi?” Taeyeon mengangguk pelan. Wajahnya tertunduk lemas.
            “Aigoo… Taeyeon-ah…Jangan terlalu diambil hati dengan perkataan-perkataan Leeteuk barusan. Itu tidak sungguh-sungguh dari hatinya. Kau juga harus sering sabar. Dokter bilang dia jadi sering stress dan sedikit pemarah karna Amnesianya.” Taeyeon mengangguk dan menutup mulutnya menahan tangis. Ibu Leeteuk yang simpati melihat keadaan Taeyeon segera memeluknya. Sementara itu…
            “Leeteuk-Ssi… Seharusnya kau tak bicara kasar pada Eomma mu. Aku akan baik-baik saja kalau Taeyeon disamping mu.” Ucap Sora sambil mendorong kursi roda milik Leeteuk. Ia membimbing Leeteuk kearah Kursi taman belakang rumah sakit.
            “Sora-ah.. ada yang ingin ku tanyakan padamu. Apa betul kau bukan kekasih ku?” Sora tersentak kaget. Ia berpikir kalau seandainya dia menjelaskan semuanya sekarang, Ia takut akan terjadi hal buruk pada Leeteuk. Dokter mengatakan untuk tidak tergesa-gesa.
            “Kenapa kau bertanya seperti itu?” Sora kembali bertanya.
            “Saat aku terbangun dari koma ku, yang ku ingat hanyalah kejadian sebelum aku kecelakaan dan seorang Yeoja. Dan  kurasa Yeoja yang kuingat adalah kau.”Ujar Leeteuk menatapnya. Namun Sora sadar ada yang kosong dari tatapan Leeteuk.
            “Taeyeon bilang sebelum Leeteuk kecelakaan, mereka membahas tentang aku. Mungkinkah itu sebanya Ia justru mengingatku dan malah melupakan Taeyeon?” Pikir Sora dalam hati.
            “Dan Lagi, saat aku memeluk mu, kau bilang aku salah orang. Kang In pun berkata bahwa seharusnya…. Aku memeluk Kim Taeyeon. Sebenarnya Siapa Kim Taeyeon itu?” Tanya Leeteuk penasaran. Namun Sora tak dapat menjelaskan semuanya.
            “Leeteuk, apa kau ingat semua yang dikatakan kang in tentang Taeyeon saat kau memeluku?”
            “Aku hanya ingat dia berkata, Seharusnya aku memeluk Ki Taeyeon. Waeyo?” Tanya nya lagi.
            “Ng, Anioo…,Pelan-pelan saja Leeteuk. Suatu saat kau pasti mengingatnya.” Ucap Sora meyakinkan Leeteuk.
            “Untuk nya kau lupa bahwa Kang In pernah mengatakan pada mu bahwa Taeyeon adalah kekasih mu.” Sora mendesah panjang.
                        LEETEUK POV
            Aku Mendorong kursi roda ku menuju ruangan ku. Dan aku ternyata aku berpapasan dengan Kim Taeyeon yang baru keluar dari ruangan ku. Ia seperti terkejut melihatku. Dia memberi hormat pada ku sambil tersenyum kecil. Aku membalasnya.
            “Kau… sudah mau pulang?” Tanya ku membuka sedikit pembuka pembicaraan.
            “Ne. Aku harus mengerjakan tugas kampus ku. Sora Eonni dan Ahjumma ada di dalam.” Jelasnya dengan senyum paksanya. Aku mengangguk mengerti.
            “Kalau begitu..aku pulang dulu.” Pamitnya dan melewati ku. Entah kenapa tangan ku bergerak sendiri dan menarik tangan nya.
            “Kim Taeyeon…Mengenai kata-kata ku tadi… Mianhae..” Kurasakan tangannya bergetar. Apakah dia takut? Atau Gugup? Aku tak tau.
            “Gwencanna Oppa” Ucapnya melepas tangan ku dan beranjak pergi. Mendengar suaranya yang serak, kini aku tau kenapa tangan nya bergetar. Dia pasti sedang menahan tangisnya. Tapi kenapa? Apa kata-kata ku menyakitinya? Aku rasa dia sering menahan tangisnya setiap berada didekat ku. Terkadang hatiku terasa sakit bila melihatnya menahan tangisnya.
            “Ah… Aku jadi merasa seperi orang yang jahat. Padahal dia berusaha membantuku agar ingatan ku dapat pulih kembali. Siapa tau didekatnya aku justru lebih cepat memulihkan ingatan ku.” Gumam ku sendiri sambil terus mendorong kursi roda ku.
                        -Dua Hari Kemudian-
            “Jadii…ini rumah ku?” Tanya ku setelah turun dari mobil. Aku memperhatikan sambil mengamat-amati sekitarnya.
            “Tentu saja. Apa kau lupa juga dengan Rumah mu Leeteuk?” Seru Appa ku. Aku mengangguk sambil tersenyum.
            “Gwencannaaa.. Mulai sekarang kau dapat mengingatnya kembali. Kajja kita masuk. Eomma harus menyiapkan pesta kepulangan mu dari rumah sakit.” Aku tersenyum. Kini Eomma dan Appa ku berjalan pelan menuntun ku sampai kedalam rumah.
            “Baiklah…Kau istirahat saja dulu. Kalau ada apa-apa panggil saja.” Aku mengangguk.
Aku memperhatikan Seisi kamar ku. Banyak yang berwarna putih. Apa aku menyukai warna putih? Aku tak begitu ingat. Aku melihat-lihat sesuatu yang mungkin dapat membantu ku mengingat hal-hal yang aku lupa kan.
            “Ng?” Mata ku terpaku pada Bingkai Foto yang agak besar. Dalam satu bingkai itu terdapat 3 foto. Yang diatas adalah foto Bersama teman-teman SMA saat aku Lulus dari SMA. Kemudian disebelah kiri bawah terdapat foto ku dan Kang In dan foto di sebelah Kanan nya terdapat fotoku bersama…
            “Kim Taeyeon?” Tanya ku pada diriku sendiri. Terlihat jelas aku sangat dekat dengannya difoto itu. Wajahnya yang tersenyum riang dan aku disampingnya sedang merangkulnya.
            “Kenapa bukan Kang Sora yang ada disamping ku? Apa benar Kang Sora bukan Kekasih ku?” Aku bertanya-tanya kembali pada diriku. Tiba-tiba kepala ku sakit karna tak bisa mengingat apa-apa.
            “Aarghh..!!” Jeritku menahan sakit kepala ku. Eomma ku yang mendengar jeritan ku segera naik dan melihat keadaanku.
            “Waeyo anak ku? Neo gwencana?” Aku tak dapat menjawab pertanyaan Eomma ku. Kini Eomma membimbingku ketempat tidur dan memberiku obat penenang. Beberapa menit setelahnya aku benar-benar merasa tenang. Eomma ku masih setia menemaniku.
            “Maafkan aku Eomma. Aku terlalu memaksakan diri untuk mengingat semuanya.” Air mata ku mulai keluar. Hati ku masih terasa sakit setelah melihat foto tadi. Tapi aku tak tau apa alasannya.
            “Gwencannayo anak ku…Kau hanya butuh Istirahat yang lebih dan menenangkan pikiran mu.” Ucap Eomma menenangkan ku.
            “Apa Eomma batalkan saja acaranya? Kau sepertinya butuh istirahat.” Aku mengangguk.
            “Baiklah…, Eomma akan menelpon teman-teman mu.”
            “Eomma…Bisakah kau melepon Kim Taeyeon untuk datang kemari? Ada yang ingin kutanyakan padanya.”
            “Ta..Tapi… Bagaimana kalau kau…”
            “Aku akan baik-baik saja Eomma…, Aku janji tak akan membuat mu khawatir seperti tadi.” Ucap ku tersenyum dan meyakinkan Eomma ku. Ia mengangguk dan segera keluar dari kamar ku.
                        AUTHOR POV
            “Tok! Tok! Tok!” Bunyi ketukan pintu Kamar Leeteuk.
            “Masuklah” Seru Leeteuk dari dalam. Pelan-pelan Taeyeon membuka pintu dan masuk kekamar Leeteuk.
            “Duduklah.” Leeteuk mempersilahkan Taeyeon duduk dikursi belajarnya. Sedangkan dia duduk diranjangnya.
            “Maaf memanggilmu tiba-tiba. Sepertinya kau baru pulang dari kampus?” Taeyeon mengangguk.
            “Ada perlu apa Oppa memanggilku?” Tanya nya sopan.
            “Aku ingin menanyakan sesuatu. Tapi aku tak akan memaksa mu untuk menjawabnya.” Taeyeon mengangguk.
            “Tadi aku melihat ini.” Leeteuk mengambil bingkai foto yang Ia lihat tadi. Taeyeon tersadar bahwa ada fotonya dan Leeteuk disitu. Taeyeon sedikit menelan ludahnya.
            “Yang ingin ku tanyakan, Apa aku dan kau dulu berteman baik? Atau bahkan lebih dari teman baik?” Taeyeon tersentak. Ia bingung harus menjawab bagaimana. Ia tak ingin berbohong tapi ia takut akan terjadi sesuatu. Sebab tadi ibu Leeteuk sudah memperingatinya menganai kejadian tadi pagi.
            “Ahaha…Aku dan Oppa Teman Baik! Bahkan sangat baik. Jadi Oppa tak perlu khawatir.” Taeyeon memaksakan senyumannya dan meyakinkan Leeteuk.
            “Lalu Apa sebenarnya hubunganku dan Kang Sora? Apa dia benar-benar Yeojachingu ku?”
            “…N..N.e..Ne Oppa” Jawab Taeyeon terbata-bata.
            “Lalu kenapa hanya foto mu yang ada disini? Dan tidak ada foto ku bersama Kang Sora? Kumohon Jawablah dengan jujur. Kalau kalian menyembunyikan semuanya. Aku justru tak bisa mengingat apa-apa.” Leeteuk tertunduk dan memegang kepalanya. Taeyeon segera berdiri dan duduk disampingnya.
            “Tenanglah Oppa…Tenang…Aku akan membantu mu secara perlahan-lahan. Aku sudah janji. Jadi tenanglah” Taeyeon menyapu-nyapu punggung Leeteuk dengan lembut. Spontan Leeteuk memeluk Taeyeon. Taeyeon tersentak kaget. Ia tak berani membalas pelukan Leeteuk.
            “Op..Oppa..?” Tanyanya Gugup.
            “Gumawoo…, Bila berada didekat mu aku selalu merasa tenang.” Taeyeon mengangguk sambil menepuk-nepuk punggung Leeteuk.
            “Jika Oppa butuh bantuan ku. Panggil saja. Aku akan membantu Oppa semampu ku.”
                        -1 Minggu Kemudian-
                        TAEYEON POV
            “Taeyeon-ah…” Aku berbalik dan mencari sumber suara yang memanggilku. Ternyata itu Kang in Oppa dan Ia berjalan bersama Leeteuk Oppa. Rasanya senang sekali bisa melihatnya kembali kuliah dan beraktifitas. Itu artinya keadaan nya sudah benar-benar pulih. Jadi tinggal mengembalikan ingatan nya saja.
            “Annyeonghaseo Oppa” Sapa ku. Kulihat mereka tersenyum padaku.
            “Kau sendirian? Kenapa tidak bersama Kang Sora?” Tanya Leeteuk sambil melihat sekitar.
            “Ah… Sora Eonni mungkin sudah tiba lebih dahulu daripada aku. Dia Sunbae ku, jadi tak selamanya aku bersamanya.” Jelasku. Dia mengangguk.
            “Jadi… kampus kita. Apa kau mengingatnya?” Tanya Kang In. Tak disangka Leeteuk mengangguk.
            “Tentu saja aku ingat. Akukan hanya Amnesia ringan. Walaupun aku sedikit lupa dengan rumah ku.” Ucapnya malu-malu.
            “Haaa…, Baguslah. Jadi aku tak perlu repot menemanimu mengelilingi kampus untuk memulihkan ingatan mu.” Gurau Kang In. Aku tertawa kecil.
            “Ya..! Kalau kau tak mau menemaniku, Aku bisa minta tolong sama Yeojachingu ku atau kepada Kim Taeyeon.” Keluhnya. Kini aku dan Kang In terdiam. Ternyata Oppa masih menganggap Sora Eonni sebagai kekasihnya.
            “Ya Sudah kalau begitu. Ayo kita masuk” Ajak Leeteuk Oppa bersemangat.
            “Kau duluan saja. Aku masih ingin mengobrol sedikit dengan Taeyeon. Kau masih ingat dimana kelasnya kan?” Tanya Kang In Oppa Iseng. Namun Leeteuk Oppa Mengerutkan dahinya.
            “Aigoo…, Sepertinya kau lupa dimana…! Kalau begitu tunggu aku didekat tangga. Jangan sampai kau hilang. Kau tidak mempunyai Ponsel Untuk ku hubungi.” Seru Kang In. Kulihat Leeteuk Oppa melambaikan tangan tanda mengerti.
            “Apa yang Ingin Oppa bicarakan dengan ku?” Tanya ku dengan serius.
            “Begini…, Sepertinya Leeteuk menjadi sedikit Trauma melihat Jalan yang ramai. Jadi aku minta bantuan mu untuk terus membimbingnya agar ia tidak lagi takut. Aku saja tadi sempat kerepotan meyakinkannya bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Tapi Dia malah mengomeliku dan tidak mau melewati Zebra cross.” Jalas Kang In.
            “Tapi Oppa…Bagaimana aku bisa membatunya? Dia menjadi seperti itu karna kesalahan ku.” Suara ku kembali bergetar. Jangan menyalahkan dirimu terus. Yang terpenting sekarang kita semua ingin Leeteuk sembuh.” Aku mengangguk. Benar yang dikatakan Kan In Oppa.
            “Leeteuk sendiri pernah bilang padaku. Dia sering merasa nyaman apabila berada didekatmu. Jadi aku yakin Cuma kau yang paling bisa membantunya.”
            “A..aku akan mencobanya Oppa…!” Ucap ku mantap. Dia menjadi seperti itu karna aku. Jadi sudah seharusnya aku menebus kesalahan ku dengan selalu ada di sisinya.
                        AUTHOR POV
            Siangnya Taeyeon menelpon Kang In untuk bertanya mengenai Leeteuk.
            “Dia bilang padaku tadi ingin jalan-jalan ketaman belakan kampus.” Tanpa basa-basi ia segera menuju taman belakang kampus. Dan benar saja Ia mendapati Leeteuk sedang duduk merenung di bangku taman. Tempat biasanya Taeyeon dan Leeteuk bertemu. Ia berjalan pelan dan mengampirinya.
            “Ah…Kim Taeyeon. Kebetulan sekali.” Ucap Leeteuk yang menyadari kedatangan Taeyeon.
            “Ini bukan kebetulan Oppa” Gumam Taeyeon dalam hati.
            “Duduklah” Tanpa berkata-kata, Taeyeon segera duduk tepat disebelah Leeteuk.
            “Kau tau Taeyeon, Saat aku melihat Taman belakang ini tadi, aku merasa tertarik dan berpikir ingin duduk disini steusai kuliah.” Ucap Leeteuk tersenyum.
            “Mungkin karna ini memang tempat favorit oppa saat dikampus. Itu sebabnya Oppa begitu tertarik saat melihatnya.” Kini Leeteuk menatap Taeyeon. Wajahnya masih sedikit bingung.
            “Benarkah? Aku bahkan lupa kalau taman balakang kampus adalah tempat favorit ku. Daebak! Seharian dikampus, aku jadi tau beberapa hal yang sudah kulupakan. Aku juga tadi jadi mengingat kembali wajah teman-teman kampus ku dan sedikit materi yang di jelaskan.” Taeyeon tersenyum melihat wajah bahagia Leeteuk.
            “Ngomong-ngomong darimana kau tau ini tempat favoritku? Apa aku yang menceritakannya padamu? atau apakah dulu kau sering kesini bersama ku?” Taeyeon tak segera menjawab pertanyaan dari Leeteuk.
            “Ah..Mianhae.. Kau tak perlu menjawabnya.” Ujar Leeteuk saat melihat wajah Taeyeon yang terlihat sedikit kebingungan.
            “Mulai sekarang, aku tak akan memaksa mu untuk memberitahukan ku semuanya. Itu terserah dari mu saja. Aku akan berusaha mengingatnya pelan-pelan.” Jawab Leeteuk tersenyum. Lagi-lagi Taeyeon terlihat seperti ingin menangis.
            “Oppa…, saat kau duduk disini, apakau mengingat sesuatu?” Leeteuk terdiam sejenak. Taeyeon menantikan jawaban yang keluar dari mulut Leeteuk. Namun Leeteuk tetap terdiam.
            “Kau tak perlu memaksakan diri untuk menjawabnya oppa. Kalau kau tidak ingat juga tak apa-apa.” Wajah Taeyeon kini memerah dan mata nya sedikit berkaca-kaca. Ia membalikkan wajahnya agar Leeteuk tak melihat wajahnya yang ingin menangis.
            “Ada!” Jawab Leeteuk tiba-tiba. Taeyeon Spontan berbalik menatap Leeteuk.
            “Aku Ingat sesuatu tadi saat sedang merenung. Aku dulu sering menunggu seseorang ditempat ini. Namun aku tak dapat mengingat siapa orang itu.” Kini airmata Taeyeon mengalir. Ia berbalik kembali dan menyeka airmata.
            “Lalu…Tiba-tiba kau datang dan mengatakan bahwa taman ini adalah tempat favorit ku. Itu sebabnya aku bertanya apa dulu kau sering kesini bersama ku?”Sambung Leeteuk. Taeyeon menarik nafas panjang dan berusaha menguatkan dirinya.
            “Ne Oppa. Kitakan teman baik. Kang In Oppa dan Sora Eonni juga pernah kemari. Kau sering mengajak orang terdekat mu untuk datang kemari.” Ucap Taeyeon meyakinkan.
            “Tapi…, sepertinya hatiku sakit saat mengingat itu. Seperti ada sesuatu yang hilang.” Kali ini Taeyeon tak berkata apa-apa. Ia hanya tertunduk lemas.
            “Sudahlah… Jangan pasang wajah seperti itu. Kau begitu tersentuh ya dengan cerita ku sampai-sampai kau menagis? Aku tau kau tadi menagis.” Taeyeon tersentak kaget dan menatap leeteuk.
            “A..aku tidak menagis kok oppa. Mataku perih, makanya…” Taeyeon menghentikan kata-katanya saat merasakan tangan Leeteuk menyapu kepalanya.
            “Hahaha.. Ne!ne! Terserah kau saja apa alasannya. Yang pasti, wajah ingin menangis mu itu menyakitkan ku. Jadi jangan pasang wajah seperti itu lagi.”
            “Oppa…Justru sikapmu yang perhatian seperti inilah yang membuat ku jadi ingin terus menangis.” Gumam Taeyon lagi dalam hati. Sapuan lembut tangan Leeteuk yang Ia rindukan selama ini, akhirnya dapat ia rasakan lagi. Walaupun Leeteuk masih tak mengingat semua kenangan tentang mereka berdua, setidaknya hal tersebut sudah membuat Taeyeon merasa nyaman.

To Be Continued....